Nama mereka berdua memang mirip sekalipun sebenarnya mereka bukan saudara kandung. Uniknya, kedua pemuda ini menyebut dirinya sibolang (si bocah petualang), karena mereka selalu berpetualang berdua kesana kemari sejak masa duduk di bangku SMP.
Perjumpaan kami dengan mereka dapat dikatakan kebetulan, jika tidak dapat dikatakan mujizat. Di hari Minggu itu kami baru saja menjejakkan kaki di tanah Alor, kami menyadari bahwa bemo tidak beroperasi hari ini. Sementara harga ojek lumayan mahal. Setelah mendapatkan petunjuk dari beberapa orang yang kami temui, kami diarahkan untuk ke depot pertamina di kota Kalabahi ini. Petugas yang kami tanyai tak dapat berbuat banyak, namun untunglah ada kak Mei, seorang petugas pertamina juga asal Rote yang baru selesai ibadah di gereja dekat situ. Dong (dia) sangat baik dan berparas manis. Kami dikenalkan dengan dua orang sepupunya, Yanto dan Wantho.
Kedua bolang ini bekerja di Alor sebagai petugas simatupang (siang malam tunggu panggilan) dari Telkomsel. Mereka bertugas memastikan BTS (base transfer station) yang ada di Alor berfungsi dengan baik. Untungnya jumlah BTS di Alor belum terlalu banyak, baru berjumlah 18 saja sehingga dalam sebulan panggilan masih dalam hitungan jari. Sebetulnya dong berdua pun dapat dikatakan pendatang di Alor, karena mereka lama tinggal di Kupang untuk tujuan belajar dan juga bekerja.
Sejak pertama kali berjumpa, dong sudah menunjukkan keramahan yang luar biasa. Dari yang awalnya kami mengharapkan bemo atau motor sewaan, akhirnya petualangan kami di Alor bertambah anggota menjadi empat orang. Bermain ke pantai, makan kepala muda, berkelana di motor, mengunjungi pulau kecil, makan, bincang-bincang bersama. Sungguh melegakan bertemu dengan kawan-kawan sebaya yang mengasyikkan seperti mereka.
Beta berharap semoga perjumpaan kali ini adalah perjumpaan pertama dan akan ada perjumpaan-perjumpaan selanjutnya bertualang di Nusantara. Sibolang, sipp!

Renata Amelia
February 1, 2012 at 4:03 pm
Suuuu……….. Makan kelapa muda…
Seneng Su baca dokumentasi petualanganmu di Nusa Tenggara. Turut merasakan ada di situ.
Tetap menulis! (baca: mendisiplinkan diri) Hehe…
taiyoo
February 7, 2012 at 12:46 am
jleb..! iya rat, saya disiplinkan menulis, mulai dari satu tulisan per bulan deh.. >.<