Hanya dalam kurun waktu seminggu, NTT telah meninggalkan banyak cerita yang indah dan kesan mendalam di hati beta. Perjalanan yang diawali dari Kupang telah melebarkan sayapnya hingga Timor Leste. Kota-kota besar di Pulau Timor yaitu Soe, Nikiniki, Kefa, dan Atambua yang menjadi saksi bisu dari perjalanan ini. Petualangan ke Pulau Alor turut melengkapi perjalanan nekat ini.
Banyak sekali kebaikan Tuhan yang dapat disyukuri sepanjang perjalanan ini. Terutama untuk kawan-kawan yang dijumpai dalam perjalanan, mulai dari kawan-kawan Sion Kupang, polisi-polisi ramah di perbatasan Timor Leste (khususnya Pak Redemborder dan Pak Wellye), sibolang Wantho-Yantho dan Kak Mei di Alor, Ibu Molina di GBI Jemaat Kalabahi, dan masih banyak lainnya yang telah membantu, melengkapi, dan mewarnai perjalanan kami dengan sukacita.
Kesegaran kelapa muda dan kecantikan pantai di Deere, pengalaman menghadapi badai di pulau Kepa, belanja ikan cakalang di pasar Oeba, bertahan di feri ke Kalabahi,Alor selama 18 jam, naik pesawat perintis TransNusa, menyeberang ke Timor Leste, dan kuliner bakso sebagai pelengkap menjadi bumbu lezat dari perjalanan ini.
Beta ucapkan terima kasih kawan-kawan semua! NTT akan hidup di hati beta dan kalau ada kesempatan pasti beta akan datang kembali. Salom!
