Archive for the ‘Me and God’ Category

h1

He changes my life..

April 20, 2009

Saya masih ingat ketika 3 tahun yang lalu, saya mulai dibawa mengenal Tuhan oleh seorang sahabat saya. Seorang sahabat baik saya, yang sering sekali menemani saya mengobrol sehabis pulang sekolah. Sekalipun cenderung introvert, tapi pada sahabat saya ini rasanya selalu saja bisa terkuak apa yang tersembunyi ini. Selain dengan dia, kami punya sekumpulan teman-teman main yang sangat dekat. Namun, tiba-tiba semuanya itu buyar. Kami mendadak terpisah. Namun, Tuhan yang menjamah sahabat saya ini punya rencana yang indah buat kami semua. Dia kumpulkan kami dalam satu persekutuan. Satu per satu mulai bergabung. Di sinilah perjalanan saya bersama denganNya dimulai. Kabar bahwa Dia adalah Allah yang hidup, Pribadi yang mengenal hati setiap manusia hingga kedalaman yang terdalam, dan Dia peduli akan diriku. Tanpa seorang pun mengajariku, aku membangun hubungan yang karib denganNya. Aku membaca Firman Tuhan dan berdoa di malam hari, saat semua terlelap. Sekalipun aku tidak mengerti seperti apa itu bertemu dengan Tuhan. Seperti apa suara Tuhan. Seperti apa hadirat Tuhan. Hanya satu yang kutahu, terus mencari DiriNya. Sering timbul rasa jenuh itu, Tuhan kenapa aku ga pernah alami hadiratMU? Why Lord… Tapi aku ingat, ada beberapa kali tertentu, ketika aku mengalami suatu kedamaian luar biasa, suatu perasaan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, tapi satu yang kutahu : kuasa Tuhan melingkupiku. Tapi itu hanya terkadang. Diriku saat itu tetap bergumul dalam pikiran dan perasaannya mencari apa itu hadirat Tuhan. Dan perjalananku mengenalNya terus berlanjut. Dengan anugerahNya Dia menuntun aku langkah demi langkah. Membawa aku dalam kehausan dan kelaparan akan diriNya yang lebih lagi.. Sekarang hadiratNya adalah bagian yang menyatu dengan hidupku. Aku tidak dapat hidup tanpa hadiratNya. Ada kalanya memang aku meragukan Dia. Mengapa rasanya begitu lama… Dan Dia menjawabku saat ke PUSH 17 April lalu.

2 Tawarikh 16 : 9 Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.

Dia mencari orang-orang yang bersungguh hati. Orang-orang yang mau tekun menantikan Dia. Orang –orang yang mau berintegritas untuk hidup dalam FirmanNya. Dia menantikan orang yang mencariNya dengan iman (Ibrani 11:6).. Ini janji Tuhan buat orang-orang yang demikian :

Mazmur 37:3-11 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri. Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik; jika engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi. Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.

Semangat!!! Berlakulah setia, perbuatlah yang baik. Dan nantikan Tuhan memakai hidup kita dengan ajaib dan dahsyat. BagiNya segala pujian dan kemuliaan.

h1

The First be The Last?

November 19, 2008

Banyak perumpamaan dan pengajaran dalam Firman Tuhan yang isinya orang-orang yang terdahulu justru akan jadi orang yang terakhir. Ga percaya? Coba baca Matius 19:30,Matius 20:16,Markus 10:31,Lukas 13:30,dst.

Tiba-tiba gw inget ama perumpamaan seorang bapa yang punya 2 anak. Ia menyuruh kepada anak pertama dan kedua untuk pergi bekerja ke kebun anggur. Anak pertama mengiyakan namun tidak pergi, sedangkan anak kedua menolak namun akhirnya pergi juga.

Gw ga mencoba buat nulis khotbah. Enggak, enggak, bukan itu. This topic is interested for me. This topic teach me something you will find in the end of this post. Ehehe, penasaran yah?

OK, pernah ga sih lu berpikir, “gw udah lama percaya Tuhan. Udah lahir baru dari kapan.. Baca Alkitab udah. Udah melayani. Pengabaran injil udah (meski ga full timer),dst.”

The question is :
But, apa iya gw udah di kebun anggurnya Bapa?
Apa iya gw sudah sedang melakukan kehendaknya Bapa?
Kok gw ngerasa hidup gw biasa-biasa aja?
Semuanya kok adem-adem aja..
Dll deh, silahkan tambahin hohoho..

Ok2, gw tau semua yang di atas itu adalah pertanyaan konyol. Konyol ga nih?
Fiuh.. Udah lama ga nulis, bahasanya jadi kacau begini.. He3. Maap yah buat yang baca. But thx udah mau nyempetin baca, secara gw suka males baca blog orang kalo tulisannya panjang.  (-_-)‘ ehehe, ketauan deh (^.^)v

Jadi, mari uji diri kita.
Apa gw masih lakuin Firman? Kalau iya, next step. Kalo ga, yah simple, tobat aja.. ehehe.
Apa hidup gw terus naik atau malah turun (datar == turun)?
Naik bukan berarti ga ada masalah or have fun all the way. Kalo menurut gw loh, naik berarti kapasitas semakin diperbesar, karakter semakin diselaraskan ama Tuhan, dan semakin masuk dan menggenapi destiny ilahi dalam hidup.

Ok, the answer is impossible for someone who do the Words faithfully and really seek God may worry about become the last.

Jadi?  Simple. I need to have the absolutely loyalty. I need to live in passion to chase the Lord.
Ah, seperti pahlawan-pahlawanNya yang dahsyat, yang dikenang sepanjang sejarah sebagai orang-orang yang cinta Tuhan, yang hidupnya ga biasa-biasa alias luar biasa, yang menginspirasi sekian banyakorang, dan mereka yang disebut sahabat oleh Allah sendiri…

So,sebenernya post ini cuma mau bilang ga usah takut atau cemas jadi yang terakhir, lakuin aja Firman Tuhan, cari Dia lebih lagi, fokus ama Dia lebih lagi, cintai Dia lebih lagi, kasihi Dia lebih lagi, pokoknya kasih lebih buat Tuhan. Ga akan rugi kalo buat Tuhan. Ehehe.

Ah, lebay ga sih postnya? Ehehe, just trying to sweep out and reorganize some burden things in my mind.

Be blessed all.

h1

Reflection of Today

May 9, 2008

Hari ini banyak hal yang aku alami. Dan aku tahu kalau Tuhan turut serta dalam semuanya itu. First, FYI aku tuh bukan tipe manusia yang memiliki bakat alami berolahraga dan secara jujur tidak terlalu hobi berolahraga. Wah, harus diubah yah?? Tubuh kita kan titipan Tuhan juga yah? Hmm, ok deh. Loh, kok jadi menyimpang?! Jadi begini, sebenernya tuh nilai UAS OR-ku tuh menurutku kurang memuaskan. Secara target A tuh harus bisa lari 2,4km dalam waktu 12 menit ke bawah dan track recordku sebelum hari ini tuh di atas 14 menit. Nih cara penilaiannya :

Time < 10”00 -> 100, 10”00’ < time <10”30’ -> 95, 10”30 <Time <11”00’ -> 90, 11”00 <Time <11”30’ ->85, 11”30’ < Time <12”00’ ->80, 12”00’ < Time <12”30’ ->75, 12”30’ < Time < 13”00’ -> 70, 13”00’ < Time < 13”30 -> 65, 13”30’ < Time < 16”00’ -> 60

Nah, intinya dengan nilai 60 tuh bisa dapet C! Padahal kan resolusiku tahun ini, mau dapet IPK > 3.8 (kalo Tuhan ijinkan pengen 4). Nah, karena itu jadi semangat buat perbaikan. Soalnya dosennya bilang boleh2 aja lari lagi, nanti diambil nilai terbaik. Tapi saudara, lari 6 keliling lapangan Sabuga yang setara dengan 240.000 cm itu merupakan pilihan yang butuh ketetapan hati dan pergumulan (hiperbolis..).

Read the rest of this entry ?

h1

Repent Everyday

April 4, 2008

Yupz, pertobatan setiap hari.. Kenapa gw nulis seperti ini? Yah,karena Tuhan tegur gw.. Seneng karena Tuhan mau luruskan hidup gw, tapi sakit juga karena ego gw yang bilang lho kok Tuhan bilang gw harus bertobat. Kan gw ga buat dosa yang begimana gitu lho… Jadi ceritanya,beberapa hari ini gw frustate sendiri karena gw ga dipenuhi dengan hadiratNya. Sebenernya yah salah gw juga sih, ada waktu luang eh malah dipake maen karena dorongan hatinya lebih condong buat maen dan wasting time daripada cari Tuhan. Dan gitu terus berhari-hari.

Singkat cerita, gw ga dapetin Tuhan sekalipun gw tetep sate (karena sekedar rutinitas) tanpa ada daya juang lebih. Untungnya, Tuhan mulai ingetin sekalipun samar-samar, ingat untuk merespon dengan benar dalam menghadapi ujian. Gw ingat kata pembimbing gw,

“memang mudah untuk berdoa dan mencari Tuhan saat ada dorongan yang kuat untuk itu. Tapi, saat gak ada keinginan untuk mencari Tuhan, apakah kita mau untuk tetap mencari Tuhan dengan segenap hati? Apa kita mau berjuang untuk mengalahkan keinginan kita sendiri dan mendatangi Tuhan dengan penuh kerinduan? Apa kita tetap memprioritaskan Dia?”

Read the rest of this entry ?

h1

Kisah Bejana

January 10, 2008

Suatu hari ada sebuah bejana yang bentuknya sangat biasa, bejana itu sudah tampak kusam dan ada goresan di sana-sini. Bahkan di bagian bawah bejana itu terdapat sebuah lubang yang membuatnya tidak dapat dipakai untuk menampung air. Lalu seorang penjunan bertanya kepada bejana itu,

“Maukah engkau aku ubahkan menjadi sebuah bejana yang indah yang akan dikagumi dan digunakan untuk hal-hal yang mulia?”

Namun bejana itu ragu untuk menjawab, sebab sebagian hatinya sudah pasrah akan kondisinya sekarang. Tetapi bagian hatinya yang lain mendorong bejana itu untuk bertanya,

“tapi bagaimana aku dapat diubahkan? Aku sudah berbentuk seperti ini. Andaikan aku dibersihkan dan lubangku ditambal pun, bentukku tak akan berubah. Tetap bejana biasa yang tak akan dipandang orang.”

Lalu penjunan itu menjawab,

“aku harus menghancurkanmu dulu menjadi tanah liat yang dapat kubentuk. Dan aku akan membentukmu menjadi bentuk paling indah yang akan pernah ada. Setelah itu aku akan membakarmu hingga kamu menjadi bejana dengan kualitas terbaik yang pernah ada.”

Jawaban itu sangat melemahkan hati si bejana, namun ia melihat hanya itu harapannya. Akhirnya ia menjawab, “Ya, Tuan. Aku mau. Bentuk aku, sekalipun akan menyakitkan namun aku tahu itu yang terbaik untukku.”

Penjunan itu lalu mulai menghancurkan bejana itu. Tetapi ketika bejana itu dihancurkan, ia melihat bahwa bahkan kini ia tidak lagi berbentuk bejana. Hatinya menjadi sangat cemas apakah ia akan menjadi bejana yang benar-benar indah ataukah hancur berantakan untuk selamanya.

Penjunannya mengetahui isi hati bejana itu dan ia berkata ,

”jangan takut hai bejana, percayalah aku sedang membuatmu menjadi yang terbaik, tetapi perlu kau ketahui hal-hal yang baik adalah musuh dari yang terbaik. Mungkin keadaanmu sebelumnya baik-baik saja, tapi jika kau memilih yang baik, kau tidak akan pernah menjadi yang terbaik.”

Read the rest of this entry ?

h1

Pressure to be Pleasure

November 19, 2007

Ada saat-saat di mana banyak banget tekanan. Hari-hari ini banyak banget kerjaan di kampus… Mulai dari pr 3 bab kalkulus, buat pelontar bola fisika, tugas fisika 3 bab,laporan praktikum kimia, laporan pengling, dll. Banyak banget.. Dan gw hampir ’rubuh’ karena begitu banyak hal-hal yang gak bisa gw hadepin sendiri. But, ada pengajaran yang luar biasa banget dari pembimbingku, katanya :

Daud pun pernah mengalami saat jiwanya begitu tertekan. Tapi apa yang dia lakukan?

Mazmur 42:6 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Dia tidak menyerah pada tekanan!!!
Tapi dia memaksa dirinya untuk berharap kepada Allah. Dan memang benar saat begitu banyak tekanan, don’t set focus to the problem, but set your focus to God and feel the freedom from Our Mighty God… 

Mungkin memang awalnya berat, tapi saat ucapan syukur dan pengharapan itu mengalir keluar, maka Allah akan menghembusi kita dengan anginnya yang lembut. Just enjoy it and be strong in God…

 

 

h1

Mengucap syukur itu…

November 14, 2007

Saat segalanya berjalan begitu baik, mungkin mudah untuk mengucap syukur. Walaupun seringkali malah menjadi lupa untuk mengucap syukur. (>_<) Namun bagaimana saat apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita inginkan? Haruskan tetap bersyukur? Firman Tuhan menjawab : bersyukurlah senantiasa.

Once upon a time (this day), gw sempet bt karena hari yang begitu indah (praktikum kimia yang kebetulan menyenangkan dengan asisten yang baik) tiba-tiba digelayuti awan kelabu setelah nilai laporan praktikum 2 minggu yang tadi dikumpulkan dibagikan. Coba bayangin yah, 1 minggu berkutat mengerjakan tugas yang sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, namun dengan keinginan memberikan yang terbaik, dan akhirnya dihargai hanya 80. Hehehe, bukannya gila nilai loh, tapi jadi agak kecewa.. Apalagi yang tertinggi di kelompok gw 95. Gw juga heran, ga biasanya gw bisa menggerutu hanya karena hal sepele seperti ini.

Selanjutnya hujan rintik-rintik turut menghiasi langit kelabu itu, eh maksudnya selanjutnya gw beli rak buat nyimpen buku.. Raknya sih gak terlalu bagus-bagus amat, tapi gw agak bt gara-gara ga berhasil menawar harga dengan “kejam”… Pokonya jadi ga puas. Aneh kan alesan btnya?

Setelah ampe rumah dan ampe malem ini (jam 11an) gw ngerasa ga puas. Kayanya sifat perfeksionis gw muncul. Tapi Tuhan ingetin gw untuk melakukan Firman. Yaitu mengucap syukur.. Awalnya sih ga ngerti tapi saat gw mulai mengucap syukur, ada kedamaian yang luar biasa mengalir, dan semua ketidakpuasan itu lenyap. Gw mulai menikmati apa yang telah Tuhan sediakan.

Sungguh, hidup akan menjadi indah saat ada ucapan syukur yang mengalir keluar dari bibir kita. Bahkan Daud berkata, “kumasuki gerbangNya dengan nyanyian syukur”. Saat kita mengucap syukur sesungguhnya kita sedang memasuki gerbang kerajaan Sang Raja. Dan saat kita memuji dan menyembahNya kita sedang masuk lebih dalam mendapati Sang Raja. Aku mau Engkau Tuhan, dan aku mau penuhi hidupku dengan ucapan syukur dan pujian bagiMu… BagiMulah segala kemuliaan…

h1

Radikal = Sesat ?

November 13, 2007

Rasul Paulus pernah bilang bahwa segala sesuatu diperbolehkan, tetapi tidak segala sesuatu berguna. Dan nonton film horor buat gw pribadi merupakan hal yang agak tidak berguna. Soalnya itu kan seperti buka celah dan buat apa sih terkagum-kagum dengan cerita seperti itu. Meskipun gw ga bilang ga boleh sih.. But,That’s not quite useful. Dan waktu gw mengutarakan hal itu ama saudara gw dan gw bilang buat apa sih nonton film begituan, kalo ada masalah baru doa serius ama God, tapi kalo lagi fine-fine aja kok demennye ama yang berbau devil. Mungkin memang perkataan gw agak keras kali yah, laen kali gw harus lebih berhikmat lagi nih.. But, dia malah bilang gw jadi aneh (this is the second times). Dan dia bilang ga usah terlalu serius deh ama God, ntar jadi aneh beneran dan jadi sesat..

Lucu kan? Banyak sekali orang yang percaya bahwa Allah itu ada, percaya bahwa Dia berkuasa. Banyak juga yang sudah tau kebenaran, tapi tidak pernah mau melangkah lebih jauh untuk mengenal Dia yang mahakuasa itu. They are not brave enough to make a commitment with God.

Jujur sempet terintimidasi juga dibilang aneh sama seorang yang tinggal seatap, but kalo gw harus menjadi tidak radikal untuk Tuhan, I’m really sorry. It’s too hard for me. Gw ga sanggup mengecewakan Dia yang udah begitu baek buat gw..

I really thanks God, cause when I was being tempted, He encouraged me. Dia mengingatkan gw pada perkataan yang pernah Roberts Liardon ucapkan, yaitu saat dia benar-benar radikal untuk Allah, semua orang di sekelilingnya menilainya aneh. Tetapi dia berkata bahwa orang yang benar-benar aneh adalah mereka yang bertahan dalam keanehannya.

Karena kebenaran tidak sama dengan suara mayoritas dan kebenaran itu tidak relatif cause God is the only truth.

Sejak awal ikut Tuhan, gw udah pernah baca kalau orang-orang yang bersungguh hati akan mengalami yang namanya penganiayaan karena nama Tuhan, ditolak oleh para tua-tua dan ahli Taurat, disesah dalam rumah ibadah, bahkan dikatakan bahwa musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

However, keep in your faith although you get pressure from your surrounding! Be radical for Jesus , because your labour is not in vain in the Lord.

Galatia 1:10. Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

h1

Lord, I only want You…

November 12, 2007

Akhir-akhir ini, gw selalu mikirin Dia. Setiap gw bangun, gw selalu merasa gw butuh Dia. Setiap mau tidur gw selalu ingat untuk bersama-sama dulu dengan-Nya. Bahkan, saat gw di kuliah, di rumah, selalu ada keinginan untuk berbicara dengan-Nya. Apa ini yang disebut lapar?

Gw baru menyadari kalau akhir-akhir ini gw semakin lapar akan Dia. Gw semakin ingin menyenangkan hati-Nya. Bahkan, saat gw melakukan sesuatu yang kayanya ga buat Dia seneng, gw ngerasa nyesel banget. Tapi saat ada rasa penyesalan itu, gw semakin merasakan kalo Dia tuh Bapa yang baekkk banget buat gw. Kayanya kok seperti Bapa bilang, ”anak-Ku aku sudah sangat senang saat kamu mencoba menyenangkan hatiku, walaupun mungkin menurutmu kamu belum berhasil. Bahkan saat kamu ga nurutin kata-kata-Ku, aku selalu siap untuk mengampuniMu dan memulai kembali.” Dia jadi Bapa yang keren banget!!!

Seperti di buku Pemburu Tuhan dan Finding Favour with the King karangan Tommy Tenney, gw mau jadi seorang yang hanya menginginkan Dia. Gw hanya butuh Dia. I love Him because of who He is, not because He deeds or His blessing.

Lord, I want You more. Let You anoint me more, just to be ready to enter Your Holy Place. I want nothing Lord, I only want to be with You…