Amnesti Pajak 2016

Amnesti pajak menjadi istilah yang baru-baru ini ramai dibicarakan. Program ekonomi nasional ini bertujuan untuk menambah penerimaan APBN Indonesia. Cara kerjanya
adalah masyarakat Indonesia melaporkan harta kekayaan yang selama ini belum dilaporkan dan cukup membayar biaya tebusan 2-10% selama program singkat yang berlangsung dari 1 Juli 2016 sampai 31 Maret 2017. Aset yang telah dilaporkan oleh individu maupun bisnis dalam program amnesti pajak tidak akan dikenakan pinalti pajak di kemudian hari.

Apa saja yang dilaporkan? Aset yang dapat berupa rumah, mobil, asuransi, saham, emas, dsb. Rumah berdasarkan nilai NJOP (nilai jual objek pajak) tahun 2015 ditambah 5% BPHTB. Mobil dihitung berdasarkan nilai jual bekas sampai 31 Desember 2016. Asuransi hanya unitlink  dengan nilai sampai Desember 2015.  Saham dan emas pun mengikuti nilai per 31 Desember 2015. Aset harus dengan nama yang sama dengan yang didaftarkan di amnesti pajak.

Siapa saja yang perlu melaporkan dan disarankan memanfaatkan program amnesti pajak ini? Seluruh warga negara Indonesia yang memiliki aset yang belum disertakan dalam SPT. Bagi aset yang diperoleh melalui penghasilan yang telah dikenakan pajak, namun belum disertakan di SPT, cukup melakukan pembetulan SPT. Namun untuk aset yang diperoleh melalui penghasilan yang belum kena pajak disarakan mengikutsertakannya pada amnesti pajak.

Program amnesti pajak pernah dilakukan oleh beberapa negara seperti : Belgium (2004), Jerman (2004), Yunani (2011), Itali (2001, 2003), Portugal (2005, 2010), Rusia (2007), Afrika Selatan (2003), Spanyol (2012), beberapa negara bagian di Amerika Serikat : Los Angeles (2009), Lousiana (2009). Di Indonesia sendiri, program amnesti pajak telah berlangsung beberapa kali di tahun 1964, 1984, 2008, dan 2016 ini.

Kementerian berharap akan mentargetkan 165 triliun rupiah tambahan untuk penerimaan negara lewat progam amnesti pajak ini. Sejak berlangsung selama kurang lebih 2 bulan, program amnesti pajak 2016 baru merealisasikan dana sebesar 2 triliun. Dashboard untuk memantau program ini tersedia di laman http://www.pajak.go.id/statistik-amnesti.

Untuk mengikuti program amesti pajak, Anda cukup mengunjungi kantor pelayanan pajak terdekat dari lokasi Anda . Semoga program yang bertajuk “ungkas, tebus, lega” ini benar-benar dapat berjalan dengan lancar dan membantu pembangunan nasional ke depannya.

Referensi :

 

Seven Pounds – live an abundant life and leave a precious death

Will Smith, again astonished me with his film : Seven Pounds. Here I write down the plot summary, very brief according my point of view and close it by a remark from me.

benWill acted as Tim Thomas, a husband, thrived aeronautical engineer, who at one night experienced a tragic accident because he was carelessly sending text message while driving. The multi-car crashed killed seven, including his own fiancee.

Two years later, Tim was still felt deeply offended by the memory. Unable to live with what he did, Tim set out to save the lives of seven good people, with his possession including his vital organs. I was not conscious with this mission despite of his strange act impersonating his brother, Ben’s identity as IRS officer interviewing several strangers. He gave his beach house to Connie Tepos, who lived with her two kids and abusive boyfriend, but can’t afford to live. He asked Connie not to be weak but live life abundantly.

It was revealed that six month ago Tim had donated his lung lobe to Ben, part of his liver to a social worker named Holly, a kidney to a junior hockey coach named George, bone marrow to a young boy named Nicholas. And lastly, after interviewed a blind telemarketer named Ezra by harassed him at work and a woman with congenital heart problem named Emily, he decided that they are “good” people and worthy to received his vital organs.

Despite of he visibly fought his affections towards Emily, seeking atonement for the death of his fiancee, Tim slowly fall in love with Emily. But discovering that Emily’s condition had worsened and she would likely die before a donated organ becomes available, Tim decided “it’s time”. Tim called 9-1-1 reporting his own suicide and took a quick but excruciatingly painful death by releasing his box jellyfish into bath tub filled with ice cube, to preserve his vital organ.

Despite of doing this for atonement of his mistake, I feel that Tim has lived a precious life and leave a precious death. It takes courage and love to do so. Will you plan that your death can cause life for others? In the meantime, let’s live an abundant life like Tim’s wish for Connie and make sure our life becomes goodness for others.

Rome 5:6 For when we were yet without strength, in due time Christ died for the ungodly

Kesetiaan Allah Menuntut Kematian Manusia

Dahulu kala, di awal penciptaan manusia, Tuhan berfirman : “tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” 1

Di ayat inilah kata “mati” pertama kali muncul. Peringatan ini sebenarnya sejenis dengan peringatan “bahaya tegangan tinggi, jangan disentuh, bisa mati”. Jika ada orang yang nekat menembus pagar pengaman, tersetrum, dan akhirnya mati, apakah listrik yang patut dipersalahkan? Jika iya, tidak perlu membaca lebih lanjut dan silakan gunakan lilin di rumah Anda.

Continue reading Kesetiaan Allah Menuntut Kematian Manusia

Refleksi Pendakian Gunung Gede

“Taman Nasional Gede Pangrango” , tulisan di gapura itu terpampang jelas di awal rute pendakian Gunung Gede. Tampak pria-wanita, kebanyakan muda-mudi dengan ransel di punggungnya, siap menaklukkan Gunung Gede. Aku bersama ketiga temanku membaur dalam keramaian tersebut. Semua terlihat begitu bersemangat, rasa letih akibat kurang tidur semalam pun tidak lagi terasa. Dan memang, pendakian selama dua hari satu malam ini memberikan pelajaran berharga melebihi harapanku.

Gunung Gede 2014
Gerbang masuk pendakian gunung gede

Kutatap tanjakan di depanku, di kiri dan kanannya terbentang persawahan nan hijau, namun kurang dari satu jam pemandangan tersebut telah digantikan dengan pepohonan besar di kiri dan kananku. Sinar matahari pun tidak sepenuhnya lagi dapat menembus hutan tropis di sekitaran Gunung Gede ini. Perjalanan mendaki memang tidak semudah jalan mendatar, apalagi dengan kondisi jalanan yang berbatu-batu. Setiap sekitar 15 menit kami berhenti, mengatur kembali nafas yang terengah-engah. Di sini aku menyadari betapa latihan (senam, jalan pagi, gym) secara konsisten ,sekalipun membosankan, sebenarnya mempersiapkan stamina yang sangat berguna ketika kita diperhadapkan pada situasi tanjakan.

Gunung Gede 2014
Pemandangan awal pendakian

Dalam perjalanan ini berat perbekalan untuk hidup 2 hari di gunung beberapa kali membuat kami mengeluh. Setelah diingat kembali, rasanya kami seharusnya bersyukur untuk perbekalan tersebut karena suhu dingin di puncak gunung membuat kami cepat kelaparan. Bekal yang sedianya berlebih toh tandas dalam 2 hari perjalanan (terkecuali beberapa bungkus energen karena malas menjerang air). Sadar maupun tanpa sadar, kita sering mengeluh karena beban yang harus kita pikul, padahal beban tersebut kelak sangat bermanfaat bagi kita

Untuk menuju area perkemahan Suryakencana di Gunung Gede ada dua jalur yaitu jalur pendakian baru yaitu undakan-undakan batu yang sudah jelas atau jalur pendakian lama dengan undakan-undakan alami yang terkadang disertai bekas pohon tumbang, patahan-patahan dsb. Atas usul rekan saya, sebut saja namanya Budi, kami memilih jalur pendakian lama. Keputusan kami rupanya tidak keliru, karena ternyata jalur pendakian lama ini menawarkan pengalaman mendaki gunung yang jauh lebih eksotis dibandingkan jalur pendakian baru. Memang, jika dibandingkan, jumlah pendaki yang melewati jalur ini tidak sebanyak yang lama, namun jalanan yang dihindari karena kesulitannya ini ternyata malah memberikan kepuasan lebih.

Gunung Gede 2014
Foto bersama di tengah Hutan Gunung Gede

Setelah mendaki sekitar 5 jam, kami pun tiba di Suryakencana. Hamparan padang rumput seluas 50 hektar yang dipenuhi bunga-bunga Edelweiss menyambut kami. Sisa hari tersebut kami habiskan dengan menikmati pemandangan yang ada, bermain, bercakap-cakap, dan memasak. Keesokan harinya, kami bangun cukup awal sekitar pukul tiga dini hari. Setelah sarapan dan menunggu beberapa rekan lainnya pukul setengah lima pagi kami melakukan pendakian ke puncak Gunung Gede. Perjalanan mendaki di pagi-pagi buta ini ternyata cukup menguras energi, untunglah undakan-undakannya jelas. Matahari belum lagi terbit ketika aku sampai di puncak. Sekitar pukul setengah enam pagi barulah sang surya terbit dari ufuk timur dan segeralah lensa-lensa kamera mengabadikan panorama ini. Seperti matahari terbit yang terjadi secara rutin setiap harinya, sebenarnya banyak peristiwa yang sering terjadi di sekitar kita, namun darimana dan bagaimana cara kita memandangnya yang membuatnya berharga.

Gunung Gede 2014
Matahari terbit di puncak Gunung Gede

Setelah puas menikmati keindahan pagi hari, kami pun membereskan perlengkapan kami yang masih tertinggal di tenda dan bersiap-siap untuk turun gunung. Rute pendakian turun gunung kami melalui Kandang Badak dan berakhir di pos Cibodas. Waktu masih menunjukkan pukul sepuluh pagi ketika kami mulai berangkat setelah mengambil foto bersama. Hujan mulai turun sehingga jas hujan yang kubawa akhirnya terpakai. Banyak pendaki yang ikut turun, kebanyakan cukup tergesa-gesa, berharap dapat lebih cepat sampai sebelum hujan lebih deras. Ketika masih di awal perjalanan, sekitar 2700 mdpl, kakiku terkilir dan lututku terasa lemas. Seandainya ada helikopter atau jalan pintas menuju dasar gunung mungkin akan kupergunakan. Sayangnya tidak ada. Pilihannya adalah terus mendaki turun karena lokasi perkemahan selanjutnya masih sangat jauh, perbekalan makanan sudah habis, dan jika matahari terlanjur terbenam perjalanan akan menjadi sangat sulit. Situasi ini terasa mirip dengan perjalanan hidup manusia, tidak ada kata mundur ke belakang yang ada hanyalah terus bergerak maju dan mengakhiri pertandingan iman dengan baik.

Gunung Gede 2014
Pemandangan dari puncak Gunung Gede

Aku terus berjalan walaupun langkah kakiku tidak selebar dan secepat seperti saat berangkat. Dalam sekejab aku tertinggal di belakang rombongan, namun ternyata rekan-rekanku masih menungguku di depan. Walaupun akhirnya kami membagi jadi 2 kelompok karena kelompok pertama butuh bergegas, aku merasakan kesetiakawanan yang mungkin tidak akan kurasakan kalau aku tidak berada dalam keadaan yang lebih lemah. Aku bersyukur untuk sahabat-sahabatku, mereka yang ada bersama-sama dalam kemudahan, dan tetap bersama-sama dalam saat kelemahan. 

Gunung Gede 2014
Air terjun di Gunung Gede

Akhirnya tepat sebelum matahari terbenam, aku tiba di pos Cibodas. Delapan setengah kilometer dan ketinggian 2980mdpl, suatu perjalanan yang secara fisik menembus rekor-rekor yang pernah saya buat sebelumnya. Masih banyak gunung lain yang belum saya daki, termasuk juga “gunung-gunung” berupa tantangan-tantangan yang kita alami dalam profesi, keluarga, bahkan dalam kehidupan berbangsa. Mari para pendaki gunung, taklukkan gunung-gunung di hadapan kalian! 

Gunung Gede 2014
Kelompok WisataGunung berforo bersama

 

Sehari Keliling Indonesia di TMII Jakarta

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) adalah salah satu area rekreasi di Indonesia yang paling sering dikunjungi. TMII dapat dicapai dengan menggunakan busway koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit). Anda dapat berhenti di terminal Garuda Taman Mini dan melanjutkan perjalanan dengan Angkot 02 berwarna merah. Jika perjalanan lancar, dari Slipi ke TMII hanya dibutuhkan waktu 30 menit dengan Trans Jakarta.

Gerbang Kala Makara
Gerbang Kala Makara

Berikut ini adalah peta Taman Mini Indonesia Indah :

Peta Taman Mini Nasional Indah

Jika Anda mencoba kereta gantung, Anda akan dibawa melihat dari udara pemandangan TMII yang kelilingnya sekitar 8 km selama kira-kira 20 menit. Khususnya, Anda akan terkagum-kagum melihat archipelago Indonesia di danau buatan di dalam TMII.

Archipelago Indonesia

Jangan lupa untuk menonton di teater IMAX Keong Mas untuk menikmati film-film di teater IMAX dengan layar terbesar. Pengalaman yang menarik bagi saya adalah menempuh jarak sejauh 2 km dengan berjalan dan sebagian berlari dari lokasi rumah adat Kalimantan Tengah ke Keong Mas untuk mengejar jam tayang film Indonesia Indah I. Saya pikir dapat menumpang mobil wisata nusantara namun hampir semuanya penuh. Namun dalam 20 menit, entah bagaimana saya berhasil sampai ke Keong Mas.

Teater IMAX Keong Mas
Teater IMAX Keong Mas
Teater IMAX Keong Mas
Teater IMAX Keong Mas

Di taman bunga Keong Mas, Anda dapat melihat beberapa figur dari legenda Keong Mas.

Keong Mas
Keong Mas
Keong Mas
Keong Mas

Berbagai miniatur rumah adat juga dapat Anda lihat di sini. Namun yang paling berkesan bagi saya adalah rumah adat dari Kalimantan. Alasannya adalah saat saya mengunjungi TMII sedang ada expo bertajuk “Explore Exotica of Borneo”. Berbagai jenis tarian dan fashion show pakaian adat disuguhkan dari Kalimantan Tengah, Barat, Selatan, dan Timur.

Anda juga dapat mengunjungi berbagai rumah adat di Indonesia lengkap dengan perabot dan baju adatnya.

Waktu terbaik untuk mengunjungi TMII adalah di pagi hari ketika cuaca belum terlalu panas. Anda dapat menyewa kendaraan di lokasi TMII dengan kisaran harga dari 15000 (sepeda) – 40000 (motor) rupiah per jam. Walaupun tersedia juga mobil wisata nusantara yang akan membawa Anda mengelilingi kompleks TMII hanya dengan 3000 rupiah per kali naik.

Demikianlah pengalaman saya mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah, walaupun singkat namun sangat menyenangkan.

Tips-tips untuk Anda yang ingin Berlibur ke Makassar

Kota Anging Mamiri, sebutan lain untuk kota Makassar merupakan tempat yang layak dikunjungi terutama oleh wisatawan Indonesia. Kota Makassar menawarkan pilihan kegiatan yang tidak dapat ditemukan di tengah keramaian kota yaitu warisan budaya Indonesia, keindahan pantai, dan wisata kuliner.

Transportasi di kota Makassar sudah cukup baik. Setelah Anda mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, berbagai pilihan moda transportasi mulai dari bus, taxi, atau rental mobil menjadi pilihan Anda. Harganya  20 ribu rupiah per orang untuk bus bandara, dan 120 ribu rupiah untuk rental mobil dari bandara ke Pantai Losari.

Bandara Sultan Hasanuddin

Warisan budaya Indonesia

Jika Anda sudah sampai di Makassar, maka sempatkan diri Anda mengunjungi Benteng Fort Rotterdam yang bagian dalamnya disulap menjadi museum, sekitar 15 menit berjalan kaki dari Pantai Losari. Museum La Galigo disana merupakan salah satu peninggalan budaya yang telah diresmikan oleh UNESCO. Jika Anda menyukai sejarah dan budaya Indonesia, Anda akan menghabiskan waktu berjam-jam di tempat ini tanpa merasa bosan. Biaya masuknya pun murah, hanya Rp 5.000. Jika saya tidak salah ingat, museum ini dibuka untuk publik dari hari Senin-Sabtu dari jam 07.30-18.00.

DSCN1259  Museum La GaligoBenteng Fort RotterdamMuseum La Galigo Museum La Galigo

Keindahan pantai

Sesi foto-foto dapat Anda lakukan di anjungan Pantai Losari dengan berlatar belakangkan tulisan Pantai Losari dan City of Makassar. Namun untuk keindahan pantai yang sesungguhnya, saya sarankan Anda mengunjungi Pulau Samalona, sekaligus Anda juga dapat melakukan snorkeling di pulau kecil yang masih bersih dan indah ini. Perjalanannya sendiri dapat ditempuh sekitar 20 menit dengan kapal boat dari dermaga kapal di seberang benteng Fort Rotterdam. Sewa kapal sekitar 200-300ribu, tergantung hasil negosiasi Anda dengan pemilik kapal.

Pulau Samalona Pulau Samalona Pulau Samalona

Peralatan snorkeling dapat Anda sewa di lokasi dengan harga Rp 50.000 untuk satu set peralatan. Akan tetapi, jika Anda ingin mengambil foto terumbu karang dan pemandangan bawah air, saya rekomendasikan untuk menyiapkan peralatan sendiri karena saya belum menemukan tempat penyewaan kamera di pulau ini.

Pulau Samalona

Lokasi snorkeling terbaik ditandai oleh sebuah mercusuar di sisi utara pantai yang menandai batas perairan dangkal yang berwarna hijau ke yang agak dalam berwarna biru pekat. Anda dapat meminta pengemudi kapal untuk mengantarkan Anda kesana. Pemandangan terbaik dapat Anda nikmati di bulan Juni – Desember saat ombak tidak terlalu besar. Terumbu karang disana masih sangat indah, namun berhati-hatilah untuk tidak menginjak dan merusakkannya karena beberapa bagian sangat dangkal. Berhati-hatilah juga agar tidak terluka karena menabrak atau tergores terumbu karang.

Pulau Samalona

Jika Anda yang ingin bermalam misalkan sedang berbulan madu, di pulau ini terdapat kamar-kamar penginapan walaupun harga sewanya cukup tinggi mulai dari Rp 500.000 semalam.

Pulau Samalona Pulau Samalona

Wisata kuliner

Kota Makassar menawarkan berbagai hidangan kuliner yang dapat Anda cicipi. Diantaranya yang saya rekomendasikan :

  • Coto Makassar di Coto Nusantara dekat Jalan Penghibur, Pantai Losari
  • Konro Karebosi Bakar di dekat Mal Karebosi
  • Seafood di rumah makan Lae-Lae Jl Datumuseng no 8
  • Mie Titi di jalan Datumuseng sebelum RM Lae-Lae, di sisi kanan jalan

Coto Makassar Mie Titi  Coto Makassar

RM Lae-lae

untuk hidangan ringannya Anda dapat mencicipi pisang Epe (pisang yang dibakar kemudian dipipihkan dan diberi gula merah cair), es pisang Ijo, dan es palu butung (terbuat dari pisang kepok yang telah dikukus dan dipotong-potong dan bubur tepung beras dan disajikan dengan sirup berwarna merah) yang banyak dijual di sepanjang jalan Penghibur, Pantai Losari.

Jika Anda juga menginginkan hiburan ala perkotaan selama perjalanan ke Makassar, Anda dapat mengunjungi Mall Trans Studio Makassar, Mall Karebosi, atau Mall Panakkukan.

Trans Studio Makassar

Untuk penginapan saya sarankan Anda untuk memilih penginapan di dekat Pantai Losari karena letaknya yang sangat strategis ke berbagai objek yang saya sebutkan. Saya merekomendasikan Wisma Pelangi Indah, karena harganya murah yaitu 200ribu per malam dan pemandangannya langsung menghadap Pantai Losari.

Wisma Pelangi Indah
Wisma Pelangi Indah

Sebelum pulang, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh di toko kerajinan dan oleh-oleh sepanjang jalan Sumba Opu, belakang jalan Penghibur. Lokasi oleh-oleh ini dapat Anda tempuh dengan berjalan kaki dari Pantai Losari atau menggunakan becak dengan harga sekitar 10 ribu rupiah.

Jika Anda berasal dari luar kota atau bahkan luar pulau, jangan khawatir karena banyak maskapai yang menyediakan tiket murah ke Makassar. Dari dua kali perjalanan saya ke Makassar, saya mendapatkan tiket promo pulang pergi hanya sekitar 300ribuan. Anda juga dapat mencarinya lewat situs traveloka. Selamat berlibur dan menikmati keindahan kota Makassar!

Traveloka.com

Like a Balloon

balloonWe could see balloon in many events as well, such as in birthday party, new office opening event, or another celebrations.

Balloon needs to be pumped with air to be formed, can be different between one balloon and the others. But, many will agree that balloon before pumped, is not beautiful nor interesting in its deflated state. Vice versa, after pumped, it looks more interesting, it can even fly if we pumped it using helium which masspervolume lower than the air surrounding it. Just don’t forget to tighten the tie of the balloon, or it will be deflated faster than it takes to be formed.

Interestingly, balloon can be an analogy of human life. Here’s the why.

Bible tell us that in the Genesis, God give His breath of life into human and locked it inside, as we may understand as human spirit. However, after fallen into sin, the tie is not hold tighthen anymore. Human like a deflated balloon without a relationship with God. That’s why  we can see a lot of hopeless people outthere, not interesting. But God gives us a way to be filled again with His Spirit, through Jesus Christ, the Words of God.

It may seems confusing at first, but try practice this simple acts. Meditate three times a day on the Words of God, like Josua, Daniel, David, and many of the prophets did and see the result. Glory and prosperity have followed them, even through trials and tribulation they could overcome it. Not just won againts their enemies, but they took back everythings that should belong to them.

So, if recently the channel between you and God is not as good as it has before, let’s come again to the source of life through prayer and meditation on His Words. Become filled again with the Spirit, and our life is gonna be more meaningful (filled), not empty like the deflated balloon.

That’s the analogy, very easy to imagine right? Not correct 100%, because human is not a balloon after all, cheers!

Read also : John 20:21-22, Genesis 2:7.

Inspired from Ps. Indri Gautama preach, April 2013.