Radikal = Sesat ?

Rasul Paulus pernah bilang bahwa segala sesuatu diperbolehkan, tetapi tidak segala sesuatu berguna. Dan nonton film horor buat gw pribadi merupakan hal yang agak tidak berguna. Soalnya itu kan seperti buka celah dan buat apa sih terkagum-kagum dengan cerita seperti itu. Meskipun gw ga bilang ga boleh sih.. But,That’s not quite useful. Dan waktu gw mengutarakan hal itu ama saudara gw dan gw bilang buat apa sih nonton film begituan, kalo ada masalah baru doa serius ama God, tapi kalo lagi fine-fine aja kok demennye ama yang berbau devil. Mungkin memang perkataan gw agak keras kali yah, laen kali gw harus lebih berhikmat lagi nih.. But, dia malah bilang gw jadi aneh (this is the second times). Dan dia bilang ga usah terlalu serius deh ama God, ntar jadi aneh beneran dan jadi sesat..

Lucu kan? Banyak sekali orang yang percaya bahwa Allah itu ada, percaya bahwa Dia berkuasa. Banyak juga yang sudah tau kebenaran, tapi tidak pernah mau melangkah lebih jauh untuk mengenal Dia yang mahakuasa itu. They are not brave enough to make a commitment with God.

Jujur sempet terintimidasi juga dibilang aneh sama seorang yang tinggal seatap, but kalo gw harus menjadi tidak radikal untuk Tuhan, I’m really sorry. It’s too hard for me. Gw ga sanggup mengecewakan Dia yang udah begitu baek buat gw..

I really thanks God, cause when I was being tempted, He encouraged me. Dia mengingatkan gw pada perkataan yang pernah Roberts Liardon ucapkan, yaitu saat dia benar-benar radikal untuk Allah, semua orang di sekelilingnya menilainya aneh. Tetapi dia berkata bahwa orang yang benar-benar aneh adalah mereka yang bertahan dalam keanehannya.

Karena kebenaran tidak sama dengan suara mayoritas dan kebenaran itu tidak relatif cause God is the only truth.

Sejak awal ikut Tuhan, gw udah pernah baca kalau orang-orang yang bersungguh hati akan mengalami yang namanya penganiayaan karena nama Tuhan, ditolak oleh para tua-tua dan ahli Taurat, disesah dalam rumah ibadah, bahkan dikatakan bahwa musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

However, keep in your faith although you get pressure from your surrounding! Be radical for Jesus , because your labour is not in vain in the Lord.

Galatia 1:10. Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

2 thoughts on “Radikal = Sesat ?

  1. yepz..
    Tommy Tenney juga bilang hal yang sama.. Kebanyakan orang TAKUT untuk mengenal Allah lebih jauh.. mereka cenderung cari zona nyamannya..🙂
    LIat aja Bangsa Israel waktu di gunung Sinai!! Semua gemetar! Pdhl liat janji Tuhan! Keren banget!! (Dan akhirnya semua nyuruh si Musa aja yang naik ke atas gunung hehehe..)
    Kedagingan mereka terlalu besar dan mereka tahu Kekudusan Tuhan akan menghancurkan semua kedagingan yang mereka ‘sayangi’ itu…

    Selamat , Pa…. selamat datang di Kerajaan Allah eheheheh…

    Keep on fire yah.. . tetap bersemangat!!!

    Filipi 4 : 13 yah ehehehehe..!

  2. Hohoho… apa yang gwa alamin waktu kelas 2 terjadi juga ya….?
    Bukan apa-apa, cuma komentar kacau^^ (liat komentar gwa yang bener di bawah ini, oce, bro??)

    Radikal ato engga itu urusan pribadi orang. Percaya ato tidak ama Tuhan itu urusan gua dong, masa loe ikut campur? Gwa mau radikal, atau gwa mau engga, itu semua tergantung suara individu (ga ngerti? diterjemahkan dengan lebih halus: itu urusan gwa…. hoho) = pikiran orang-orang pada umumnya. Betul tak?(Asa gwa ngambilnya yang paling sinis -_-)

    Tapi bener yang ona omongin, banyak orang takut untuk mendekat LEBIH LAGI dengan TUHAN. Tapi gwa ngingetin satu hal lainnya yang lebih penting deh (alias omongan gwa udah diomongin ama Ona^^). Radikal itu BERBEDA dengan FANATIK!!

    Radikal adalah gerakan kuat yang …. (kehilangan kata-kata ey) –> contohnya gwa bersemangat terus megnabdi pada THE ONLY KING. sementara Fanatik adalah gerakan kuat (sama-sama gerakan kuat loo) yang…. munafik (kalo harsh waynya mah)

    Radikal adalah mengerti, kenal ama God, bersaksi, DAN berbuat.
    Fanatik adalah mengerti, kenal ama God (ya iya lah, kalo ga kenal gimana bisa fanatik??<–alias sekedar kenal, sok kenal sok deket), NAMUN tidak berbuat alias berbuah. Inilah calon bakal tunas yang akan dibuang oleh Tuhan dan Tuhan akan berkata pada mereka-mereka ini: “Aku tidak mengenal engkau!”

    Jadi, Radikal dan Fanatik berbeda. Jangan salah kosakata. Yang samsu bilang radikal = positif, jadi selama radikal = positif, buat apa kesel kalo udah ngelakuinnya, kan?

    Yang penting adalah berbuah. Seperti Maria dan Marta. Dua-duanya tidak salah (walo keliatannya Yesus lebih ngebela Maria ya…) Maria represents kita saat teduh dan mendengarkan FirmanNya, dan Marta represents kita melayani dia (tapi tentu dengan motif yang benar). Radikal menghasilkan buah. Tapi buah apa yang kita hasilkan? Apakah buah ‘hasil’ radikal kita menjurus ke arah positif atau negatif (alias fanatik)?? God knows, and so do you.
    (Maap jadi kepanjangan^^, lagi nunggu praktikum fisika sih, bosen, hehe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s