Reflection of Today

Hari ini banyak hal yang aku alami. Dan aku tahu kalau Tuhan turut serta dalam semuanya itu. First, FYI aku tuh bukan tipe manusia yang memiliki bakat alami berolahraga dan secara jujur tidak terlalu hobi berolahraga. Wah, harus diubah yah?? Tubuh kita kan titipan Tuhan juga yah? Hmm, ok deh. Loh, kok jadi menyimpang?! Jadi begini, sebenernya tuh nilai UAS OR-ku tuh menurutku kurang memuaskan. Secara target A tuh harus bisa lari 2,4km dalam waktu 12 menit ke bawah dan track recordku sebelum hari ini tuh di atas 14 menit. Nih cara penilaiannya :

Time < 10”00 -> 100, 10”00’ < time <10”30’ -> 95, 10”30 <Time <11”00’ -> 90, 11”00 <Time <11”30’ ->85, 11”30’ < Time <12”00’ ->80, 12”00’ < Time <12”30’ ->75, 12”30’ < Time < 13”00’ -> 70, 13”00’ < Time < 13”30 -> 65, 13”30’ < Time < 16”00’ -> 60

Nah, intinya dengan nilai 60 tuh bisa dapet C! Padahal kan resolusiku tahun ini, mau dapet IPK > 3.8 (kalo Tuhan ijinkan pengen 4). Nah, karena itu jadi semangat buat perbaikan. Soalnya dosennya bilang boleh2 aja lari lagi, nanti diambil nilai terbaik. Tapi saudara, lari 6 keliling lapangan Sabuga yang setara dengan 240.000 cm itu merupakan pilihan yang butuh ketetapan hati dan pergumulan (hiperbolis..).

Akhirnya, aku membulatkan tekad untuk lari lagi karena aku ingin untuk beri yang terbaik untuk Tuhan (sebelumnya udah cek dulu sih apa ini cuma gejala gila nilai). So, di pagi2 buta (5.30 am) berangkatlah si anak muda ini ke kampusnya. Nah, 1 kalimat yang aku dengungkan sepanjang lari adalah : “I believe in miracles”. Ini adalah judul lagu yang sering dinyanyiin ama Kathryn Kullman waktu mimpin kebaktian (judul lagu ini aku inget soalnya baru aja baca bukunya “Kathryn Kuhlman” ditulis oleh Benny Hinn. Nb: Buku ini bagus banget, aku belajar banyak hal dari buku ini). Dan ternyata the miracles comes to me, track record lariku sekarang : 13”20’, berarti aku bisa berlari dengan kecepatan 3 m/s atau 10,8 km/jam. Secara nilai sih cuma nambah 5 poin, tapi paling gak perjuanganku membuahkan hasil. Kurasa tentu Tuhan juga seneng melihat aku mau berjuang, soalnya di hidup ini setiap saatnya adalah perjuangan kan? Pokok aku sudah berusaha yang terbaik dan God will do the rest as His plans.

Setelah begitu terkagum-kagumnya akan ‘miracle’ ini, barulah saya sadar.. Apa coba? Kunci motor ketinggalan di motor plus STNK-nya!! Gubrak banget ga sih? FYI ini udah ke-3 kalinya.. Ada yang punya ide supaya ga lupa lagi? Tapi, sekali ini Tuhan masih tolong dengan membiarkan sang petugas di parkiran menyimpankan kuncinya.. Oh, untung deh..

Setelah kuliah ampe jam 9, pulanglah aku ke rumah. Dan aku baru SaTe.. Hiks, resolusi yang satu ini susah juga nih. Kenapa yah kalo bangun pagi tuh bawaannya ngantuk? Kedagingan memang.. lemah.., tapi roh penurut! So, berjuang!! (say me to me) ^^ Nah, tadi tuh baca Mazmur 84. Dan ternyata tuh Daud memang luar biasa banget. Mungkin udah pada sering denger kan tentang lebih baik 1 hari di pelataran-Nya daripada 1000 hari di tempat lain? Dan sambungannya lebih baik diam di ambang pintu rumah-Nya Tuhan, daripada tinggal di kemah orang fasik. Waktu kubaca, tiba-tiba aja aku sadar tentunya lebih nyaman tinggal di dalam kemah kan daripada diem di ambang pintu?? Tapi Daud memilih untuk berada dekat dengan Tuhannya dan kerinduannya itu sampai ke taraf “jiwaku hancur”. Daud bener-bener mencintai Tuhan, dan aku pun mau mencintai Tuhan dengan sepenuh hati (di buku “Kathryn Kuhlman” tadi salah satunya gw belajar bahwa mencintai Tuhan dengan sepenuh hati tentu akan membuat kita selalu memberikan yang TERBAIK untuk Dia. Mungkin aku sering bilang aku cinta Tuhan, tapi kalau mau jujur sering juga aku ga beri yang terbaik untuk Tuhan. God ampuni anakMu yang satu ini yah, aku mau belajar mengasihiMu lebih lagi, tapi Tuhan tolong terus bentuk aku yah? Dan jangan jera menuntunku yah? >_<)

Dari SaTe-ku hari ini aku rasain sesuatu yang baru, yang bener-bener menyegarkan. Tapi, aku pun sadar bahwa mencari Tuhan adalah proses, tidak jadi dalam sekejap. Maksudnya it’s not enough to sometimes feel the presence of God, but we must always be in His presence! Tidak baik untuk punya pola makan sekenyang-kenyangnya di hari pertama dan puasa ampe hari ketiga kan? Tapi “makan” yang teratur dan ditunjang “olahraga” rutin pasti membuat “tubuh” kita jadi sehat dan kuat kan? Kebanyakan makan tanpa olahraga juga jadi mubazir, dan kebanyakan olahraga tanpa makan juga lemes kan? Loh kok jadi makan dan olahraga?? Yah, artiin sendiri deh, kalo ga ngerti yah pura-pura ngerti aja (*sedikit mengutip pembimbing gw yang unik tapi dahsyat)

Akhirnya.. Hari yang panjang ini belum selesai. Masih ada UTS Fisika.. Dan aku blom ngerti bener.. Tapi ternyata Firman Tuhan memang benar, “no good thing will he withhold from them that walk uprightly.” Ternyata UTS-nya gampang sekali.. Tapi inilah hebatnya Tuhan, aku dah yakin bener semua.. (ini bukan nyombong loh) dan ternyata ada 1 soal yang aku salah.. Tapi, yah sutralah bukankah Tuhan bilang bersukacitalah senantiasa?

Hari yang begitu luar biasa ini belum berakhir, tepat ketika mau pulang aku berjumpa dengan 2 orang temen yang anak Tuhan juga. Anak PMK. Mereka ngajakin aku untuk ikut PD Stei (FYI : Persekutuan Doa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika). Tapi secara aku jarang datang ke PMK, dengan alasan *** (sensor) maka aku agak ga enak juga. Akhir kata, aku ikut juga PD Stei-nya untuk yang kedua kali. Dan aku baru menyadari bahwa ternyata sekalipun jumlah sedikit (cuma 10 orang termasuk kakaknya), tapi bukankah Tuhan dapat berkarya bahkan hanya melalui 1 orang yang mau jadi bejana biasa yang mau dipake Tuhan? Dan aku rasakan bahwa kehidupan mereka adalah kehidupan yang mencintai Tuhan. Bukankah setiap kegerakan lahir dari segelintir orang yang mau mulai dengar kehendak Tuhan? Dan aku rasakan dan aku imani, ITB pasti akan alami lawatan hadirat Tuhan. Tuaian yang besar dan menguning. Bangkitnya generasi yang kuat dan mau lakukan apa saja untuk Tuhan. Generasi yang belum pernah ada sebelumnya. Dan harganya adalah doa. Ko Adil pernah bagiin, takkan ada misi tanpa doa. Ini jadi bagian kita juga. Dan sekalipun aku belum melihat awan yang membawa badai, tapi aku tahu bahwa awan itu sedang bergerak kemari dan dalam sekejap mata badai itu akan tiba. Aku mau belajar untuk melihat dengan mata iman yang dapat melihat menembus ruang dan waktu.

Akhirnya,

Let Your Kingdom come, Yours will be done!

Prepare ourself more. Repair our sail, this is the time for the storm coming.

Be patience coz we need it to receive the promise (Hebrews 10:36)

GBU all, my brother and sister in God.

3 thoughts on “Reflection of Today

  1. Hihihi………………………………
    God melakukan bagianNya dengan sempurna!!! Wkwkwkwk…. Mentang-mentang gw baru nulis blog dengan judul post ini… Haahaahaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s