The First be The Last?

Banyak perumpamaan dan pengajaran dalam Firman Tuhan yang isinya orang-orang yang terdahulu justru akan jadi orang yang terakhir. Ga percaya? Coba baca Matius 19:30,Matius 20:16,Markus 10:31,Lukas 13:30,dst.

Tiba-tiba gw inget ama perumpamaan seorang bapa yang punya 2 anak. Ia menyuruh kepada anak pertama dan kedua untuk pergi bekerja ke kebun anggur. Anak pertama mengiyakan namun tidak pergi, sedangkan anak kedua menolak namun akhirnya pergi juga.

Gw ga mencoba buat nulis khotbah. Enggak, enggak, bukan itu. This topic is interested for me. This topic teach me something you will find in the end of this post. Ehehe, penasaran yah?

OK, pernah ga sih lu berpikir, “gw udah lama percaya Tuhan. Udah lahir baru dari kapan.. Baca Alkitab udah. Udah melayani. Pengabaran injil udah (meski ga full timer),dst.”

The question is :
But, apa iya gw udah di kebun anggurnya Bapa?
Apa iya gw sudah sedang melakukan kehendaknya Bapa?
Kok gw ngerasa hidup gw biasa-biasa aja?
Semuanya kok adem-adem aja..
Dll deh, silahkan tambahin hohoho..

Ok2, gw tau semua yang di atas itu adalah pertanyaan konyol. Konyol ga nih?
Fiuh.. Udah lama ga nulis, bahasanya jadi kacau begini.. He3. Maap yah buat yang baca. But thx udah mau nyempetin baca, secara gw suka males baca blog orang kalo tulisannya panjang.  (-_-)‘ ehehe, ketauan deh (^.^)v

Jadi, mari uji diri kita.
Apa gw masih lakuin Firman? Kalau iya, next step. Kalo ga, yah simple, tobat aja.. ehehe.
Apa hidup gw terus naik atau malah turun (datar == turun)?
Naik bukan berarti ga ada masalah or have fun all the way. Kalo menurut gw loh, naik berarti kapasitas semakin diperbesar, karakter semakin diselaraskan ama Tuhan, dan semakin masuk dan menggenapi destiny ilahi dalam hidup.

Ok, the answer is impossible for someone who do the Words faithfully and really seek God may worry about become the last.

Jadi?  Simple. I need to have the absolutely loyalty. I need to live in passion to chase the Lord.
Ah, seperti pahlawan-pahlawanNya yang dahsyat, yang dikenang sepanjang sejarah sebagai orang-orang yang cinta Tuhan, yang hidupnya ga biasa-biasa alias luar biasa, yang menginspirasi sekian banyakorang, dan mereka yang disebut sahabat oleh Allah sendiri…

So,sebenernya post ini cuma mau bilang ga usah takut atau cemas jadi yang terakhir, lakuin aja Firman Tuhan, cari Dia lebih lagi, fokus ama Dia lebih lagi, cintai Dia lebih lagi, kasihi Dia lebih lagi, pokoknya kasih lebih buat Tuhan. Ga akan rugi kalo buat Tuhan. Ehehe.

Ah, lebay ga sih postnya? Ehehe, just trying to sweep out and reorganize some burden things in my mind.

Be blessed all.

2 thoughts on “The First be The Last?

  1. Great post, and it’s not lebay at all ^^ memang sih pada akhirnya Tuhanlah yg menjadi pusat kehidupan kita hehe.
    God bless!

    PS: Su, tolong yah komen gw yg sebelumnya diapus aja hehe. yg tadi tuh gagal ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s