Generasi Penuntas

generasi_penuntas Bertempat di Sabuga (Sasana Budaya Ganesha) Bandung pada 26 Maret 2010, saya mengikuti KKR dengan tema Generasi Penuntas yang tampak dipersiapkan begitu sungguh-sungguh dan teliti. Of course,because He is worth to deserve the best. KKR dimulai tepat pukul 18.00 dan dibagi dalam 5 sesi dengan 5 pembicara berbeda. Sebenarnya materi posting ini sudah saya siapkan dari bulan april tapi berhubung kesibukan baru dapat saya post sekarang. Namun saya yakin bahwa apa yang saya dapatkan dari KKR ini tidak lekang oleh waktu dan tetap dapat dinikmati dan semoga menjadi berkat bagi yang membacanya.

Melalui postingan ini saya ingin membagikan api yang saya dapat dari setiap sesi buat saya. Sesi pertama oleh Pa Petrus Agung. Dia menceritakan mengenai perjalanannya menaati Tuhan untuk menjadi seorang gembala. Jemaat yang digembakannya tidak banyak, hanya sekitar 200 orang pada awalnya. Namun suatu ketika beliau mendapat kesempatan untuk mengikuti KKR Rev. Benny Hinn di Toronto dan beliau dibuat terpesona akan pekerjaan Tuhan di sana. Pada saat itu, Roh Kudus berbicara pada Pa Petrus bahwa agar Bapa dapat bekerja dengan dahsyat melalui hidup seseorang, kuncinya adalah senangkahlah hati Tuhan. Perkataan itu begitu membekas baginya,namun beberapa temannya yang menanyakan apa yang diperolehnya dari KKR itu menertawakan jawabannya karena menurut mereka apa yang didapatkan pada Pa Petrus itu hal yang biasa dan diketahui semua orang. Tapi, tidak bagi Pa Petrus, perkataan itu mengubah caranya melayani Tuhan dan sebagai akibatnya jemaat yang digembalakannya terus berkembang hingga hari ini.

The key is, when we can touch His heart and delight Him, He will make us capable to do His amazing work.

Sesi kedua, ibu Indriani Tjipto membagikan mengenai ketaatannya untuk melayani kaum marginal. Keputusan besar itu diambilnya ketika Tuhan bertanya padanya apakah kamu mau mengikutiKu sampai ke tempat “sampah” sekalipun? Bu Iin menjawab mau sekalipun untuk menjalaninya tidaklah semudah mengucapkannya. Beliau menghadapi banyak tantangan. Rumah singgah miliknya diserang orang-orang tak dikenal, anak dalam kandungannya menderita penyakit ganas yang hanya menyerang orang miskin dan meninggal, hingga kebutuhan dana sebesar 10 miliar rupiah untuk membuat acara bagi anak-anak jalanan yang baru bisa dipenuhi ketika detik-detik terakhir. Beliau berkata agar kita jangan pernah menyerah jika Tuhan telah menaruhkan suatu perkara dalam hidup kita sehingga kita dapat melihat pekerjaan-Nya yang sekalipun terlihat mustahil dapat terjadi. Beliau mengajarkan kita untuk menjadi seorang pahlawan yang tidak mementingkan dirinya sendiri dan terus berjuang hingga akhir (2 Tim 2:4). Ada kuasa dari menanggalkan apa yang menjadi kepentingan pribadi kita. Beliau menceritakan bagaimana 10 tentara AS di suatu kepulauan berhadapan dengan tentara Jepang yang jumlahnya jauh lebih banyak dan mereka sudah tidak punya harapan untuk selamat apalagi menang. Tindakan terbaik sepertinya hanya menunggu saatnya ditemukan dan dibunuh. Hal yang menarik adalah mereka memutuskan untuk menyerang dengan tekad kematian mereka harus menimbulkan kekalahan besar di pihak musuh. Akhirnya tak terduga karena mereka berhasil menang dan selamat.

The key is to keep faithful until the end, whatever the price.

 

Sesi ketiga oleh Pa Petrus Hadi, beliau mengutip Firman dari Matius 11:6 yaitu “Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak aku”. Perkataan itu Yesus tujukan kepada murid-murid Yohanes pembabtis yang menanyakan apakah Yesus adalah mesias yang dinantikannya karena sementara itu Yohanes pembabtis sedang berada dalam penjara. Mungkin Yohanes pembabtis bertanya-tanya kapan gilirannya untuk mengalami mujizat dari Yesus sementara begitu banyak orang buta,timpang,kusta yang disembuhkan Yesus. Tetapi jawaban Yesus adalah "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.” Maksudnya adalah jika Tuhan begitu mengasihi mereka yang tidak melakukan apa-apa bagiNya dan melakukan mujizat atas hidup mereka, terlebih atas Yohanes dan setiap kita yang setia mempersiapkan jalan bagiNya.

The key is blessed be everyone that not become disappointed and reject Him.

 

Sebenarnya masih banyak lagi hal yang dibagikan hari itu,tapi mungkin beberapa poin di atas yang bisa saya share.

So, mari menjadi generasi penuntas, generasi yang menyatakan kehendak Bapa dengan kasih dan kuasa di masa ini!

2 thoughts on “Generasi Penuntas

  1. Minta lagi dong, kurang banyak, maklum belum mendengar VCD nya, kejauhan….di semarang ya…..katanya ada visi tentang pengangkatan 2011-2015 Tuhan akan datang…..sebenarnya aku merinding….merasa kalo udah dekaaaaat sekali…..di gerejaku udah dibagikan ada message dari margaret ttg rapture(katanya ada penundaan krn Yeshua meminta…tetapi tidak bisa ditunda lebih lama lagi…., bbrp buku ttg anak kolombia diangkat ke surga mengatakan pesta perjamuan udah siap!!! bandigkan dg 40 hari 40malan di Neraka —ini buku lama ttg neraka & surga)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s