Time is Running Out

Time is running out

Hari ini saya tidak sempat kebaktian di gereja dan sebagai gantinya saya memutuskan untuk membaca sebuah buku rohani dan kebetulan ada 1 buku yang menarik perhatian saya :

Judul asli Time is Running Out
Judul terjemahan Waktunya hampir habis
Pengarang Reinhard Bonnke
Cetakan Juli 2007
Penerbit ANDI (Anak Didik Immanuel)

Saya memulai dengan bagian pendahuluan dan bahkan itu sudah menegur sekaligus memotivasi saya :

“Jika 10000 orang tinggal di dekat gereja anda, dan menurut statistik, empat orang dari mereka meninggal setiap minggunya. Apakah cukup memuaskan jika hanya satu orang dari 10000 orang itu yang diselamatkan setiap bulan, atau bahkan setiap minggunya? Saya rasa urgensi penginjilan adalah suatu fakta yang mustahil untuk dibesar-besarkan! Pekerjaan yang terbesar di bumi adalah menyampaikan kabar baik, dan kebutuhan dunia yang terbesar adalah kebutuhan akan Injil”

 

Ya, betapa pengabaran Injil adalah sesuatu yang urgent namun banyak dari kita yang sudah mengalami dan mengerti kasih karunia lalai untuk menjaga api penginjilan itu tetap menyala dengan kuat.

Bagian selanjutnya dari pendahuluan menjelaskan bahwa iblis telah gagal mencegah kelahiran Kristus yang menjadi juruselamat kita dan mencegah pengorbananNya di kayu salib. Karenanya, alternatif terakhir iblis adalah mencegah pemberitaan Injil. Dan hari-hari ini hal itu dilakukannya dengan mengalihkan prioritas kita! Tugas murid adalah memberi kesaksian, bukan mengkhawatirkan waktu dan musim.

Hal yang menarik selanjutnya disampaikannya dalam kalimat berikut :

"Walaupun pelatihan rohani dan pemuridan penting, berkonsentrasi pada kekudusan diri sendiri sebagai fokus utama tidak akan pernah membuat kita siap untuk menjangkau orang lain melalui Injil. Tentu saja, Yesus memanggil kita untuk menjadi kudus, tetapi penjangkauan dunia adalah bagian dari penyucian. Penyucian tidak hanya terjadi di dalam persekutuan untuk kalangan sendiri, kekudusan menuntut kita untuk melihat keluar kepada mereka yang terhilang.

Saya tak tahu cara yang lebih baik untuk meningkatkan kerohanian selain berjuang habis-habisan untuk memenangkan orang lain bagi Kristus.

Bagian selanjutnya mengenai predestinasi :

Predestinasi adalah sebuah doktrin yang berkata bahwa Allah telah memilih setiap orang percaya terlepas dari usaha penginjilan. Hal ini sering kali menimbulkan debat yang  berkepanjangan. Namun, Rev Reinhard Bonnke berkata dengan tegas jangan berkutat pada teori tapi lakukan saja pekerjaan penginjilan.

Entah orang-orang termasuk sebagai orang yang “terpilih” atau tidak, saya mau memastikan bahwa setiap pria, wanita, dan anak-anak pernah mendengar Injil. Saya tidak akan mempertaruhkan nasib kekekalan seseorang hanya karena sebuah doktrin atau teori.

Dalam perjanjian Baru tidak pernah disebutkan kita tidak boleh menginjil, bahkan kita dapat menemukan perintah Kristus untuk menginjil (Markus 16:15, Matius 28:19-20).

Jika ada teman yang membaca post ini dan belum yakin akan keselamatannya,maka saya ingin menyampaikan bahwa ada berita baik bagi teman, bahwa Yesus sudah mati dan bangkit untuk menebus dosa teman dan menyediakan kehidupan kekal bagi yang teman. Jika teman rindu untuk menerima keselamatan itu, naikkan doa sederhana ini :

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mati untuk menebus dosa-dosa saya. Saya menyadari bahwa saya berdosa dan sesungguhnya mautlah upah saya. Tetapi saya telah mendengar ada keselamatan dan pengampunan dosa dalam Engkau, dan saya ingin menerimanya. Ampuni dosa dan kesalahan saya, dan sucikan saya dalam darahMu. Jadilah Tuhan dan penguasa atas hidup saya. Dalam nama Yesus, Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s