Cerita tentang Jepang

Genap sudah satu bulan mencicipi tinggal di Osaka, Jepang. Melalui tulisan ini saya ingin mencoba mengungkapkan pendapat pribadi saya mengenai kehidupan di Jepang.

1. Transportasi

Jepang memiliki sarana transportasi yang sangat baik,dilihat dari pilihan sarana transportasi umum dan ketepatan jadwalnya, termasuk tarif yang jelas (dan jelas mahal juga). Untuk jarak jauh Shinkansen (belum pernah coba dan gak tau bakal coba kali ini atau next time, karena sangat mahal). Untuk antar kota yang relatif dekat dapat memilih monorail,kereta(densha dan chikatetsu),bus, atau taxi (yang satu ini sebaiknya dihindari kecuali sangat mendesak).

Nah, yang agak memusingkan adalah banyak sekali railway di Jepang ini, ada JR (Japan Railway – dikelola pemerintah), ada Hankyu (untuk wilayah Kansai), ada Keihan, dan katanya masih banyak railway lain yang dikelola swasta.

Website untuk mendapatkan rute perjalanan di Jepang : http://www.hyperdia.com/

Japan Transportation

2. Makanan

Hampir semua makanan di Jepang lezat (oishii desu!) terutama kudapan-kudapannya. Tapi ada beberapa topping seperti benishouga (jahe berwarna merah) yang tidak saya sukai akibat suatu kejadian agak traumatis yang pantang saya kisahkan di sini. Dan makanan seperti natto yang sebenarnya belum berani saya cicipi karena referensi negatif beberapa orang. Tapi sebelum saya pulang ke tanah air, setidaknya harus saya cicipi!

Dan sekedar info, cukup banyak makanan di Jepang yang tidak halal menurut standar kehalalan hukum Islam , yaitu makanan yang mengandung substansi-substansi tertentu atau dipotong dengan cara-cara yang menyebabkan tidak halal. Jadi teman-teman yang muslim biasanya memasak sendiri dengan memesan bahan masakan dari swalayan online atau makan di restoran yang menyediakan menu halal. Di kafetaria kampus sendiri menyediakan menu halal tapi tidak terlalu banyak.

Japan Food

3. Bahasa

Orang Jepang memiliki banyak sekali kosakata dan tata bahasa yang berbeda tergantung dengan lawan bicara. Analoginya dengan bahasa Indonesia seperti formal atau informalnya, namun bahasa Jepang jauh lebih kompleks. Jepang pun memiliki jenis hurufnya sendiri yaitu hiragana, katakana, dan kanji. Mayoritas huruf kanji Jepang memiliki kemiripan makna dengan kanji Mandarin, namun tidak semua. Cara pelafalannya pun sangat berbeda dari Bahasa Mandarin dan memiliki beberapa cara pelafalan yang masih tidak saya pahami cara pemilihannya sampai sekarang. Sebagian senpai hanya berkata, itu berdasarkan pengalaman..

Selain itu, orang Jepang sangat menghargai bahasanya dan oleh karenanya sedikit orang Jepang yang dapat berbicara dalam bahasa Inggris, kecuali mereka yang sudah memiliki pendidikan akademik cukup tinggi minimal setingkat master, namun itu pun tidak menjadi jaminan bahwa mereka dapat berbicara dalam bahasa Inggris

4. Budaya

Dalam hal budaya, menurut saya Jepang adalah negara yang sangat menjaga nilai-nilai tradisional. Sekalipun kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka sudah cenderung bergaya modern namun mereka memiliki banyak museum yang didedikasikan untuk mencatat nilai-nilai historisnya. Selai itu kota seperti Kyoto tetap dipertahankan dalam kondisi tradisionalnya (sebelum masa restorasi Meiji) untuk menjaga nilai-nilai tradisional Jepang. Berbagai kebudayaan seperti ikebana (merangkai bunga), sadou (upacara minum teh), kabuki, rakugo masih dapat ditemui di beberapa tempat.

Selain itu orang Jepang sangat senang mengadakan perayaan. Ada warga baru di lab, diadakan welcome party. Ada teman baru kembali, diadakan party. Event seperti Halloween pun diperingati dengan perayaan oleh orang Jepang. Hari Natal pun diperingati di Jepang, namun sedikit yang mengerti esensi dari Natal dan hanya menjadikan event ini sebagai kesempatan untuk beristirahat, berkumpul dengan keluarga, atau sekedar melepas penat. Di setiap pergantian musim juga terdapat banyak festival (matsuri). Hari-hari libur nasional Jepang pun sangat beragam : seperti hari kedewasaan, hari pembentukan negara, hari olahraga, hari kebudayaan, hari ulang tahun kaisar, dsb.

 

Japan culture

5. Kondisi Alam

Jepang termasuk negara subtropis di Asia Timur yang memiliki 4 musim : spring, summer, autumn, dan winter. Oleh karenanya terdapat perbedaan suhu yang cukup ekstrim antara musim panas dan musim dingin. Dibandingkan dengan negara di Zona Khatulistiwa yang perbedaan suhunya relatif kecil.

Jepang pun memiliki momiji (saat daun-daun berubah warna menjadi merah di musim gugur) dan hanami (saat daun-daun pohon sakura bermekaran dan menjadi sangat indah).

Japan season

6. Kepercayaan

Mayoritas orang Jepang tampaknya tidak memeluk suatu agama tertentu atau mempercayai keberadaan Tuhan secara sungguh. Tapi mereka mempunyai banyak shrine dan temple. Saya tekankan, banyak sekali! Dan di temple itu biasanya ada tempat untuk menyampaikan permohonan, ada tempat ramalan, ada tempat buang sial, ada buat jodoh, dan masih banyak lagi. Dan kebanyakan pakai uang, jadi ada segi komersilnya juga.

Ngebayangin persis kayanya dengan apa yang Paulus pernah katakan kepada orang-orang di kuil Athena yang penuh dengan patung berhala dan beribadah kepada Tuhan yang tidak mereka kenal. However, tanggal 22-24 Oktober 2010 lalu ada Franklin Graham Festival di Osaka. Dan bertemu juga dengan misionaris-misionaris dari berbagai benua yang menetap di Jepang sebagai ladangnya, bahkan ada yang sudah 40 tahun tinggal di Jepang! Sugoi ne!

Sepanjang pengetahuan saya tidak ada larangan berarti terhadap kegiatan ibadah bagi pemeluk kepercayaan tertentu. Namun,di lain pihak kebanyakan orang Jepang pun seakan tidak memiliki gairah untuk memiliki iman pribadi pada Tuhan. Sekalipun tentunya mayoritas memiliki cita-cita menjadi orang baik di masa depannya. Hmm.. Kalau bagian ini dilanjutkan akan menjadi panjang, silakan dilanjutkan oleh masing-masing pembaca deh.

Japan Temple

2 thoughts on “Cerita tentang Jepang

  1. 😀😀😀😀
    ditunggu cerita berikutnyaaa.. ini kan baru brief description soal Jepang.. ada sedikit cerita pengalaman-pengalamannya samsu, tapi masih kurangggg😛
    ntar ceritain pengalaman-pengalamannya.. juga pewahyuan-pewahyuan yang didapetin di sana (di paragraf terakhir uda ada sih, tapi terlalu sedikiitt buat cerita 1 bulaneun mah atuuh)😀

    Keep burning,bro!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s