Uncanny Valley in Language

Uncanny Valley adalah sebuah hipotesis yang berasal dari dunia robotika, yaitu bahwa robot yang menyerupai manusia akan mendapat respon positif dari manusia hingga suatu tingkat kemiripan tertentu sebelum tiba-tiba mendapat respon negatif (membentuk semacam lembah) dan kembali meningkat. Misal kita melihat robot manusia yang dapat tersenyum namun kita tahu benar bahwa itu robot, maka kita memberikan komentar positif seperti, “wah senyumnya bagus sekali persis seperti manusia”. Namun, ketika penampilan robot tersebut dan gerak-geriknya sudah sangat menyerupai manusia dan sangat sulit dibedakan dengan manusia asli maka ketika robot itu melakukan suatu kejanggalan, maka kita akan merespon negatif, seperti, “hm, intonasinya masih kurang tepat” atau “ekspresi wajahnya dipaksakan”.

Nah, ternyata efek uncanny valley ini tidak hanya berlaku di bidang robotika, namun juga pada kemampuan bahasa (ini pendapat saya pribadi sih). Jadi kejadiannya adalah teman saya dari luar negeri dengan bahasa utamanya Inggris. Karena itu, saya selalu berbicara dalam Bahasa Inggris dengannya, sekalipun Bahasa Inggris aktif saya agak terbatas. Nah, suatu ketika saya menyampaikan sesuatu dengan cara yang kurang tepat dan ternyata dia tersinggung karenanya. Untungnya setelah saya jelaskan bahwa maksud saya bukan seperti itu, dia dapat mengerti.

Sebaliknya sekalipun saya hanya dapat berbicara sedikit dalam bahasa Jepang, namun ketika saya berhasil mengemukan suatu topik sederhana dalam bahasa ini kepada teman dari Jepang, maka dia akan memberikan pujian seperti, "jouzu,jouzu!” atau “sugoi!”. Padahal kemampuan bahasa Jepang saya masih jauh dibandingkan bahasa Inggris.

Nah, ini seperti efek uncanny valley kan?

Belajar dari hal ini, saya menarik dua kesimpulan :

  1. Lebih baik menguasai sedikit bahasa, namun benar-benar mendalam. Dan sekalipun menguasi banyak bahasa namun hanya sedikit-sedikit maka jangan pernah jadikan itu sebagai alat komunikasi yang serius apalagi dalam kondisi formal.
  2. Lidah sekalipun kecil adalah bagian yang sangat vital. Dengannya kita dapat menguatkan atau menyakiti orang lain. So, be careful with our tongue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s