Whanto dan Yanto

Nama mereka berdua memang mirip sekalipun sebenarnya mereka bukan saudara kandung. Uniknya, kedua pemuda ini menyebut dirinya sibolang (si bocah petualang), karena mereka selalu berpetualang berdua kesana kemari sejak masa duduk di bangku SMP.

DSC_0079

Perjumpaan kami dengan mereka dapat dikatakan kebetulan, jika tidak dapat dikatakan mujizat. Di hari Minggu itu kami baru saja menjejakkan kaki di tanah Alor, kami menyadari bahwa bemo tidak beroperasi hari ini. Sementara harga ojek lumayan mahal. Setelah mendapatkan petunjuk dari beberapa orang yang kami temui, kami diarahkan untuk ke depot pertamina di kota Kalabahi ini. Petugas yang kami tanyai tak dapat berbuat banyak, namun untunglah ada kak Mei, seorang petugas pertamina juga asal Rote yang baru selesai ibadah di gereja dekat situ. Dong (dia) sangat baik dan berparas manis. Kami dikenalkan dengan dua orang sepupunya, Yanto dan Wantho.

Kedua bolang ini bekerja di Alor sebagai petugas simatupang (siang malam tunggu panggilan) dari Telkomsel. Mereka bertugas memastikan BTS (base transfer station) yang ada di Alor berfungsi dengan baik. Untungnya jumlah BTS di Alor belum terlalu banyak, baru berjumlah 18 saja sehingga dalam sebulan panggilan masih dalam hitungan jari. Sebetulnya dong berdua pun dapat dikatakan pendatang di Alor, karena mereka lama tinggal di Kupang untuk tujuan belajar dan juga bekerja.

DSC_0176

Sejak pertama kali berjumpa, dong sudah menunjukkan keramahan yang luar biasa. Dari yang awalnya kami mengharapkan bemo atau motor sewaan, akhirnya petualangan kami di Alor bertambah anggota menjadi empat orang. Bermain ke pantai, makan kepala muda, berkelana di motor, mengunjungi pulau kecil, makan, bincang-bincang bersama. Sungguh melegakan bertemu dengan kawan-kawan sebaya yang mengasyikkan seperti mereka.

Beta berharap semoga perjumpaan kali ini adalah perjumpaan pertama dan akan ada perjumpaan-perjumpaan selanjutnya bertualang di Nusantara. Sibolang, sipp!

DSC_0196

5 thoughts on “Whanto dan Yanto

  1. Suuuu……….. Makan kelapa muda…🙂😀

    Seneng Su baca dokumentasi petualanganmu di Nusa Tenggara. Turut merasakan ada di situ.
    Tetap menulis! (baca: mendisiplinkan diri) Hehe…

    1. gambar dapat bercerita ribuan kata, namun gambar dan kata sekalipun tak dapat melukiskan kenangan dengan sempurna. Jauh lebih indah rud! Mari,mari, kita bertualang😀

  2. transportasi klo dari maumere mau ke alor pake apa? trus klo mau menikmati pemandangan bawah laut d mana? rutenya tau gk.. penginapan d alor gampang apa tdk, harga brp????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s