Memanfaatkan Waktu Sela dengan Menggagas Ide

“Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telinga! Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin carilah pelajaran dari hal-hal ini semuanya, agar supaya saudara-saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air!” — Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956

Waktu sela saat dalam antrian, dalam perjalanan, atau menunggu seseorang mungkin merupakan yang biasa kita alami. Waktu sela ini sering menjadi sia-sia karena kita merasa kagok untuk mengerjakan sesuatu dalam durasi singkat tanpa dapat bermobilisasi. Waktu sela seringkali diisi dengan mengerjakan hal-hal yang kurang penting, yang kebetulan tidak membutuhkan waktu dan tempat khusus. Misalnya saja bermain endless game[1], mendengarkan lagu yang sama berulang-ulang, atau sekedar bengong. Gawatnya, waktu sela ini dapat terjadi berulang kali dalam satu hari dan jika kita asumsikan ada dua jam saja waktu sela setiap harinya berarti kita akan menyia-nyiakan lima tahun jika masa hidup kita 60 tahun!

Salah satu cara ampuh untuk memanfaatkan waktu sela ini adalah dengan menggagas ide. Menggagas ide dalam definisi saya adalah upaya menghasilkan gagasan inovatif dari apa yang kita ketahui untuk mencapai apa yang kita tuju. Saya tidak dapat membayangkan Bung Karno sementara pikiran dan hatinya terfokus pada visi untuk Indonesia malah mengisi waktu selanya dengan bengong atau bermain endless game. Hal ini tercermin dari kutipan-kutipan cerdasnya yang pasti dihasilkan lewat proses menggagas ide, mungkin selama berhari-hari bahkan bertahun-tahun.

Selaras dengan wejangan Bung Karno, menggagas ide dapat dilakukan dengan banyak cara. Misalnya mengamati objek disekitar, merenungkan artikel menarik yang pernah dibaca, mengevaluasi kejadian yang baru dialami atau diamati, mempertimbangkan baik-buruk keputusan yang harus diambil, dan tentu saja berdiskusi dalam hati dengan Penasihat Agung kita. Ide yang dihasilkan dapat berupa rencana kegiatan selanjutnya, hikmah dari kejadian yang dialami atau diamati, keyakinan untuk membuat suatu keputusan, bahkan hal-hal yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya. Segera catat dan tindaklanjuti ide tersebut sebelum menguap begitu saja.

Menggagas ide tidak membutuhkan waktu khusus atau modal besar, namun dibutuhkan pikiran yang fokus. J.K. Rowling, penulis novel laris internasional Harry Potter, menyelesaikan inti ide kisah fenomenal tersebut dalam waktu sela perjalanan kereta dari Manchester ke London. Sebelumnya dia tidak membayangkan karya yang dikerjakan dengan memanfaatkan waktu sela perjalanan itu bernilai ratusan juta dolar dan menjadikannya wanita paling berpengaruh di Inggris[2].

Seringkali ide brilian tidak kita hasilkan bukan karena kita tidak mampu, namun karena kita mengkondisikan diri dengan kesibukan dan terlalu bergantung keadaan perasaan untuk dapat menggagas ide. Hal ini seumpama tikus yang berlari dalam roda berputar. Semakin kencang larinya tidak membebaskan dia dari lintasan tersebut, justru dia semakin terjebak didalamnya. Padahal jika dia memperlambat larinya, putaran roda pun akan melambat sehingga dia dapat melompat keluar dan berlari di lintasan yang sesungguhnya. Bagi kita itu berarti mengalami terobosan dalam hidup!

Waktu sela tidak dapat kita hindarkan kejadiannya. Kita belum punya teknologi teleportasi antarkota dan tentu tidak sopan untuk menyerobot antrian, selain itu kita juga tidak dapat memastikan orang lain selalu tepat waktu bukan? Namun kita dapat berhenti menyia-nyiakan waktu sela dengan menggagas ide untuk visi kita. Jika belum memiliki visi, tidak apa-apa, mulailah mengagas ide untuk menemukan visi itu. Ingatlah, kita punya pekerjaan raksasa untuk membangun Negara dan Tanah Air!


[1] Endless game adalah permainan digital yang tidak memiliki akhir namun bersifat adiktif, biasanya berupa permainan untuk mendapatkan skor terbesar dalam komunitas.

[2] http://en.wikipedia.org/wiki/J._K._Rowling. Diakses tanggal 28 Maret 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s