Pancasila dan Tongkat Estafet Bagi Pemuda Nasrani

Generasi muda Nasrani di Indonesia, sadar maupun tidak sadar, sedang berada dalam estafet memandu negeri dan perlu mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjuangan para pendahulunya. Perlunya persiapan ini dapat lebih kita pahami setelah menengok sejarah terbentuknya Pancasila.

Pancasila diawali dari Piagam Jakarta yang disetujui pada tanggal 22 Juni 1945 setelah dirumuskan oleh Panitia Sembilan, suatu kelompok kerja beranggotakan sembilan orang bentukan BPUPKI. Hal yang perlu kita amati adalah butir pertama dari Piagam Jakarta yang berbunyi : “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Dengan adanya butir ini, umat Nasrani dan umat beragama lainnya tidak mendapat pengakuan yang sama. Dan mungkin jika dijadikan dasar negara maka tidak ada toleransi antarumat beragama yang kita nikmati sekarang.

Apakah gerangan yang menyebabkan butir pertama Pancasila menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa” yang memberikan hak yang sama bagi seluruh umat beragama? Hal ini tidak lepas dari peran Alexander Andries Maramis, seorang Nasrani dari Sulawesi Utara yang pernah dipercaya untuk menjadi menteri keuangan dan menteri luar negeri Indonesia. Beliau adalah satu dari anggota Panitia Sembilan perumus Piagam Jakarta dan juga Panitia Lima perumus Pancasila.

“Mr. A.A. Maramis adalah salah satu orang yang merumuskan dan menandatangani Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945. Dia mengusulkan perubahan butir pertama Pancasila kepada Drs. Mohammad Hatta setelah berkonsultasi dengan Teuku Muhammad Hassan, Kasman Singodimedjo dan Ki Bagus Hadikusumo.” [dari http://id.wikipedia.org/wiki/A.A._Maramis]

Setelah beliau menandatangani Piagam Jakarta, saya pikir beliau sadar bahwa jika sila pertama Piagam Jakarta tidak diubah sebelum disahkan menjadi Pancasila, masa depan umat Nasrani dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia terancam. Melalui diskusi dengan beberapa rekannya, beliau akhirnya mengusulkan perubahan butir pertama Pancasila yang disetujui panitia lainnya.

Namun, saat ini tidak banyak orang-orang Nasrani setelah A.A. Maramis yang menduduki posisi-posisi strategis di bangsa ini. Selama ini banyak umat Nasrani yang hidup eksklusif, menjauhkan diri dari upaya untuk berkontribusi bagi Indonesia. Mereka memilih untuk tinggal tenang dalam kenyamanan semu. Umat Nasrani banyak yang disibukkan dengan aktivitas ‘rohani’ dikelilingi tembok empat sisi. Banyak yang lupa atau menolak ingat bahwa saat ini kita masih tinggal di dunia, di Indonesia. Gereja enggan berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan jika tidak melihat kesempatan untuk menambah pemeluk ajarannya sehingga kasih terhadap sesama dibungkam oleh kemunafikan.

Negeri ini membutuhkan orang-orang yang memiliki cukup kapasitas untuk menjadi pandu baginya. Suku, agama, ras, atau golongan tidak lagi penting, melainkan kecakapan untuk membenahi negeri ini di berbagai bidang : politik, hukum, teknologi, seni, dsb. Tongkat estafet yang pernah dipegang oleh AA Maramis dan pendahulu-pendahulu lainnya akan segera sampai di tangan kita, generasi muda Nasrani masa kini. Mari mempersiapkan diri untuk menyambut tongkat estafet itu!

Catatan :

sekalipun tulisan ini ditujukan bagi kaum nasrani, namun tongkat estafet untuk mengusahakan kesejahteraan dan keamanan negeri adalah bagi setiap kita, penduduk Indonesia.

One thought on “Pancasila dan Tongkat Estafet Bagi Pemuda Nasrani

  1. SHALOM,

    Sebagai orang Kristiani, jangaNlah takut akan masa depan selama masih dalam Kristus, ingat bagaimana Tuhan Jesus dihujat dan disiksa semua itu demi kami yang percaya padaNYA.Memang hanya mereka-mereka yang tidak mengetahui sejarah dan yang berpikiran sesat akan mengganggap bahwa bangsa Indonesia itu harus dinilai dari agamanya sehingga lupa bahwa :.

    1. Kalau tidak ada Nederlands-Oost Indie tidak ada Republik Indonesia
    2. Bahwa terbentuknya Republik Indonesia bukan karena SATU RAS tetapi bermuara
    pada kesepakatan dalam musyawarah antara Jong Java,Jong Ambon, Jong
    Sumatera, Jong Minahasa dan masyarakat kepulauan lainnya, (tetapi sayangnya
    pada waktu itu belum atau tidak ada “JONG PAPUA”?? ,nota bene Papua Barat,
    Jong Dayak ,nota bene Dayak Selatan atau Jong Timor Kupang)….yang mempunyai
    satu tujuan yaitu MERDEKA, tetapi tidak untuk merasakan dijajah kembali, baik
    secara fisik maupun secara bathin ataupun agama.
    3.TIDAK ADA RAS INDONESIA, karena itu Indonesia dapat disamakan dengan
    negara-negara yang BERAGAM RAS, BEGITU PULA TAK ADA SEORANGPUN
    DAPAT MENGATAKAN BAHWA NAMANYA/ATAU NAMA KELUARGANYA ADALAH
    NAMA KHAS INDONESIA …YANG MANA NAMA KHAS INDONESIA ?? ADAKAH NAMA
    KHAS INDONESIA??
    4. TIDAK ADA SEORANGPUN DIKOLONG DUNIA INI, DAPAT MENGGAMBARKAN
    BAGAIMANA CIRI-CIRI KHAS RAUT MUKA SEORANG WARGA NEGARA/BANGSA
    INDONESIA, ATAUPUN BAGAIMANA WARNA KULIT BANGSA INDONESIA ITU???
    5. Hanya tiga unsur yang mempersatukan bangsa (dengan pengertian Nation, bukan
    ras) yaitu : laut, bahasa dan PANCA SILA ……….

    Wajarlah bilamana adanya kekhawatiran dari WARGA NEGARA R.I bahwa PANCA SILA akan hanya dimiliki oleh satu kelompok warga negara yang kebetulan menganut satu agama. Karena bilamana PANCA SILA sudah menjadi monopoli satu kelompok, maka kami tidak heran akan pecahlah negara Republik Indonesia itu, sebab salah satu unsur yang menghubungi dan mempersatukan negara RI itu, telah dirusak!!!

    Mempersoalkan Piagam Djakarta, …yang anehnya dalam konsep pertamanya hanya disebut saru agama yaitu agama Islam !!! mengapa tidak agama-agama lainnya???? SEDANGKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA ITU DIBENTUK BUKAN KARENA MAYORITAS ATAU MINORITAS PARA PENDUDUK KEPULAUAN (kurag lebih 17000!!). ITULAH KESALAHAN YANG BESAR YANG DIBUAT SEHINGGA TIDAK SADAR DAN DENGAN BERBAGAI MACAM ALASAN MAKA DIROBAHLAH!!!! TETAPI MENURUT KAMI YANG PERCAYA PADA JESUS KRISTUS TUHAN KAMI, PADA WAKTU ITU PIKIRAN PARA PENYUSUN PIAGAM TERESEBUT DIROBAH DAN DENGAN TIDAK SADAR MEREKA TELAH DIKEMBALIKAN PIKIRAN MEREKA KEPADA ASAL USUL TERBENTUKNYA NEGARA REPUBLIK INDONESIA !!! …SEKALI LAGI BUKAN KARENA ADANYA AGAMA KRISTIANI, HINDU ATAUPUN ISLAM!!! ATAUPUN KARENA ORANG-ORANG SUMATERA ( PENDUDUKNYA BAHASANYA SATU SAMA LAIN SANGAT BERBEDA BEGITU PULA KEBUDAYAANNYA) YANG CINTA ORANG-ORANG MINAHASA

    Sekali lagi NEGARA REPUBLIK INDONESIA TERBENTUK KARENA ADANYA JAJAHAN DAN OLEH KARENA ITU TIMBULNYA HASRAT KEMERDEKAAN!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s