Cari Aman seperti Daniel

Saya menjumpai semakin banyak orang  yang ingin mencapai posisi aman dalam hidupnya. Jabatan tinggi, pendapatan besar, kebebasan waktu, dan berbagai tolok ukur lainnya. Pencapaian akan posisi aman itu memang menjanjikan banyak hal, sebut saja hidup nyaman, mewah, disegani banyak orang, dan akhir-akhirnya ketenangan jiwa. Bandingkan dengan orang-orang yang setiap hari selalu berada dalam posisi tidak aman, terlilit hutang, hidup serba berkekurangan, dipandang sebelah mata, dan terus-menerus takut akan masa depan.

Seringkali dalam upaya mencapai posisi aman tersebut, segala cara dihalalkan dan dalam prosesnya ketenangan jiwa direnggut. Banyak hal yang mereka rela korbankan mulai dari integritas, persahabatan, keluarga, bahkan Tuhan. Heran, banyak yang dalam upaya mencapai posisi aman tersebut, malah semakin jauh dari padanya. Pengeluaran meningkat lebih cepat dari pendapatan. Dipermalukan karena tidak kompeten dengan tanggung jawab dari jabatannya. Tidak dapat tidur tenang karena cemas posisi amannya diganggu orang.

Lantas seperti apa posisi aman itu ? Saya belajar dari kisah hidup Daniel. Dia adalah orang nomor dua di kerajaan Babel yang menguasai hampir seluruh wilayah berpenghuni pada masa itu. Dan bukan karena kebetulan Daniel mendapatkan jabatan itu. Tercatat bahwa Daniel memiliki hikmat sepuluh kali lipat melebihi seluruh orang pandai di jamannya. Lebih hebat lagi, tidak didapatkan kesalahan sedikitpun dalam segala yang dikerjakan Daniel. Posisinya terlihat sangat aman.

Dan tiba-tiba, atas persepakatan pembesar-pembesar yang tidak menyukai Daniel, dikeluarkan titah raja yang tidak dapat ditarik untuk melemparkan ke dal am gua singa siapapun yang dalam rentang 30 hari menaikkan permohonan selain ke raja Babel. Namun Daniel yang tekun berdoa sehari tiga kali kepada Allahnya tetap akan kesetiaannya. Apakah Daniel luput dari gua singa ? Tidak. Dia dimasukkan ke dalam gua singa.

Daniel sudah berada dalam posisi aman dan tiba-tiba keamanan itu direnggut dalam sekejab mata. Daniel, penguasa atas seluruh kerajaan Babel, seorang berhikmat yang sudah banyak berjasa, dihukum secara kejam karena memilih tetap berdoa kepada Allahnya. Mungkin Anda pikir tentunya lebih baik Daniel puasa berdoa dulu selama 30 hari itu, maka dia akan terluput dari jebakan musuh-musuhnya.

Tapi kisah Daniel belum selesai. Sehari setelah dimasukkan ke gua singa, raja Darius yang menyayangi Daniel bersegera mengecek keadaannya. Dan dia sangat bergembira mendapatkan Daniel selamat, tidak cedera sedikitpun karena Allah menutup mulut singa-singa kelaparan tersebut. Dan atas perintah raja, pembesar-pembesar yang bersekongkol menjebak Daniel gantian dilemparkan ke dalam gua singa, dan sebelum mereka sampai ke dasar gua, singa-singa kelaparan itu sudah menerkam mereka dan meremukkan tulang-tulang mereka.

Daniel sendiri kembali pada posisi semulanya. Bahkan sejak peristiwa menggemparkan itu, disiarkanlah perintah pada seluruh wilayah kekuasaan Babel agar takut dan gentar terhadap Allahnya Daniel.

Dari kisah Daniel, saya menarik kesimpulan bahwa posisi aman bukanlah ketika kita mencapai atau mendapatkan hal-hal yang dianggap aman oleh manusia. Namun posisi aman adalah ketika kita hidup bersekutu dengan Tuhan dalam jalan-jalan-Nya atas kita.

Alkitab juga mencatat orang-orang lain yang dalam posisi aman justru mendapat tantangan terberat, seperti Ester yang memperjuangkan keselamatan bangsanya di hadapan sang Raja dan Raja Daud yang kedudukannya terancam oleh Absalom, anaknya sendiri. Renungan singkat ini saya akhiri dengan kesimpulan yang dahulu sekali telah Daud temukan dan dituliskannya dalam Mazmur 91.

 

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.

Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.

Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.

Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.

Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.

Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.

“Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.

Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

daniel-lions

Kisah tentang Daniel, Ester, dan Daud dapat ditemukan dalam Alkitab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s