Refleksi Pendakian Gunung Gede

“Taman Nasional Gede Pangrango” , tulisan di gapura itu terpampang jelas di awal rute pendakian Gunung Gede. Tampak pria-wanita, kebanyakan muda-mudi dengan ransel di punggungnya, siap menaklukkan Gunung Gede. Aku bersama ketiga temanku membaur dalam keramaian tersebut. Semua terlihat begitu bersemangat, rasa letih akibat kurang tidur semalam pun tidak lagi terasa. Dan memang, pendakian selama dua hari satu malam ini memberikan pelajaran berharga melebihi harapanku.

Gunung Gede 2014
Gerbang masuk pendakian gunung gede

Kutatap tanjakan di depanku, di kiri dan kanannya terbentang persawahan nan hijau, namun kurang dari satu jam pemandangan tersebut telah digantikan dengan pepohonan besar di kiri dan kananku. Sinar matahari pun tidak sepenuhnya lagi dapat menembus hutan tropis di sekitaran Gunung Gede ini. Perjalanan mendaki memang tidak semudah jalan mendatar, apalagi dengan kondisi jalanan yang berbatu-batu. Setiap sekitar 15 menit kami berhenti, mengatur kembali nafas yang terengah-engah. Di sini aku menyadari betapa latihan (senam, jalan pagi, gym) secara konsisten ,sekalipun membosankan, sebenarnya mempersiapkan stamina yang sangat berguna ketika kita diperhadapkan pada situasi tanjakan.

Gunung Gede 2014
Pemandangan awal pendakian

Dalam perjalanan ini berat perbekalan untuk hidup 2 hari di gunung beberapa kali membuat kami mengeluh. Setelah diingat kembali, rasanya kami seharusnya bersyukur untuk perbekalan tersebut karena suhu dingin di puncak gunung membuat kami cepat kelaparan. Bekal yang sedianya berlebih toh tandas dalam 2 hari perjalanan (terkecuali beberapa bungkus energen karena malas menjerang air). Sadar maupun tanpa sadar, kita sering mengeluh karena beban yang harus kita pikul, padahal beban tersebut kelak sangat bermanfaat bagi kita

Untuk menuju area perkemahan Suryakencana di Gunung Gede ada dua jalur yaitu jalur pendakian baru yaitu undakan-undakan batu yang sudah jelas atau jalur pendakian lama dengan undakan-undakan alami yang terkadang disertai bekas pohon tumbang, patahan-patahan dsb. Atas usul rekan saya, sebut saja namanya Budi, kami memilih jalur pendakian lama. Keputusan kami rupanya tidak keliru, karena ternyata jalur pendakian lama ini menawarkan pengalaman mendaki gunung yang jauh lebih eksotis dibandingkan jalur pendakian baru. Memang, jika dibandingkan, jumlah pendaki yang melewati jalur ini tidak sebanyak yang lama, namun jalanan yang dihindari karena kesulitannya ini ternyata malah memberikan kepuasan lebih.

Gunung Gede 2014
Foto bersama di tengah Hutan Gunung Gede

Setelah mendaki sekitar 5 jam, kami pun tiba di Suryakencana. Hamparan padang rumput seluas 50 hektar yang dipenuhi bunga-bunga Edelweiss menyambut kami. Sisa hari tersebut kami habiskan dengan menikmati pemandangan yang ada, bermain, bercakap-cakap, dan memasak. Keesokan harinya, kami bangun cukup awal sekitar pukul tiga dini hari. Setelah sarapan dan menunggu beberapa rekan lainnya pukul setengah lima pagi kami melakukan pendakian ke puncak Gunung Gede. Perjalanan mendaki di pagi-pagi buta ini ternyata cukup menguras energi, untunglah undakan-undakannya jelas. Matahari belum lagi terbit ketika aku sampai di puncak. Sekitar pukul setengah enam pagi barulah sang surya terbit dari ufuk timur dan segeralah lensa-lensa kamera mengabadikan panorama ini. Seperti matahari terbit yang terjadi secara rutin setiap harinya, sebenarnya banyak peristiwa yang sering terjadi di sekitar kita, namun darimana dan bagaimana cara kita memandangnya yang membuatnya berharga.

Gunung Gede 2014
Matahari terbit di puncak Gunung Gede

Setelah puas menikmati keindahan pagi hari, kami pun membereskan perlengkapan kami yang masih tertinggal di tenda dan bersiap-siap untuk turun gunung. Rute pendakian turun gunung kami melalui Kandang Badak dan berakhir di pos Cibodas. Waktu masih menunjukkan pukul sepuluh pagi ketika kami mulai berangkat setelah mengambil foto bersama. Hujan mulai turun sehingga jas hujan yang kubawa akhirnya terpakai. Banyak pendaki yang ikut turun, kebanyakan cukup tergesa-gesa, berharap dapat lebih cepat sampai sebelum hujan lebih deras. Ketika masih di awal perjalanan, sekitar 2700 mdpl, kakiku terkilir dan lututku terasa lemas. Seandainya ada helikopter atau jalan pintas menuju dasar gunung mungkin akan kupergunakan. Sayangnya tidak ada. Pilihannya adalah terus mendaki turun karena lokasi perkemahan selanjutnya masih sangat jauh, perbekalan makanan sudah habis, dan jika matahari terlanjur terbenam perjalanan akan menjadi sangat sulit. Situasi ini terasa mirip dengan perjalanan hidup manusia, tidak ada kata mundur ke belakang yang ada hanyalah terus bergerak maju dan mengakhiri pertandingan iman dengan baik.

Gunung Gede 2014
Pemandangan dari puncak Gunung Gede

Aku terus berjalan walaupun langkah kakiku tidak selebar dan secepat seperti saat berangkat. Dalam sekejab aku tertinggal di belakang rombongan, namun ternyata rekan-rekanku masih menungguku di depan. Walaupun akhirnya kami membagi jadi 2 kelompok karena kelompok pertama butuh bergegas, aku merasakan kesetiakawanan yang mungkin tidak akan kurasakan kalau aku tidak berada dalam keadaan yang lebih lemah. Aku bersyukur untuk sahabat-sahabatku, mereka yang ada bersama-sama dalam kemudahan, dan tetap bersama-sama dalam saat kelemahan. 

Gunung Gede 2014
Air terjun di Gunung Gede

Akhirnya tepat sebelum matahari terbenam, aku tiba di pos Cibodas. Delapan setengah kilometer dan ketinggian 2980mdpl, suatu perjalanan yang secara fisik menembus rekor-rekor yang pernah saya buat sebelumnya. Masih banyak gunung lain yang belum saya daki, termasuk juga “gunung-gunung” berupa tantangan-tantangan yang kita alami dalam profesi, keluarga, bahkan dalam kehidupan berbangsa. Mari para pendaki gunung, taklukkan gunung-gunung di hadapan kalian! 

Gunung Gede 2014
Kelompok WisataGunung berforo bersama

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s