Kesetiaan Allah Menuntut Kematian Manusia

Dahulu kala, di awal penciptaan manusia, Tuhan berfirman : “tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” 1

Di ayat inilah kata “mati” pertama kali muncul. Peringatan ini sebenarnya sejenis dengan peringatan “bahaya tegangan tinggi, jangan disentuh, bisa mati”. Jika ada orang yang nekat menembus pagar pengaman, tersetrum, dan akhirnya mati, apakah listrik yang patut dipersalahkan? Jika iya, tidak perlu membaca lebih lanjut dan silakan gunakan lilin di rumah Anda.

Seperti listrik bertegangan tinggi tersebut, pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat tidak berbahaya bagi manusia, selama tidak dilanggar. Pohon itu tidak akan membunuh manusia, kalau bukan manusia yang memilih untuk terbunuh.

Demikianlah dosa, yaitu pemberontakan manusia terhadap perintah Allah yang telah diketahuinya, mengakibatkan kematian. Kematian pertama yang dialami manusia, seketika di hari yang sama setelah berdosa, adalah kematian roh. Roh Allah meninggalkan Adam sehingga dia takut berjumpa dengan Allah2. Kematian kedua setelahnya, yaitu kematian jiwa, manusia keluar dari Taman Eden yang melambangkan hadirat Allah. Kematian ketiga yaitu kematian daging, ketika roh manusia Adam berpisah dari tubuh jasmaninya di usia 930 tahun 3.

Karena kita dilahirkan dari keturunan jasmaniah Adam,  maka nyawa dalam darah 4 yang mengalir dalam diri Adam setelah berdosa mengalir juga kepada kita. Itulah sebabnya dosa warisan dan kecenderungan untuk berdosa. Contohnya anak kecil, yang tanpa diajari, memiliki kecenderungan melanggar perintah orang tua.

Daud, karena dia mengerti tentang kematian roh dan jiwa ini, berdoa “janganlah membuang aku dari hadapan-Mu dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus daripadaku!” ketika dia mengaku salah setelah ditegur Nabi Natan. 5

Doa Daud ini sebenarnya telah diantisipasi Allah, jauh sebelum dunia diciptakan, Allah tahu bahwa kematian harus dihentikan dengan kematian. Karena manusia, yang adalah daging dan darah, maka penebusan harus dilakukan dalam daging dan darah. Itulah mengapa Allah harus mengutus Yesus sebagai manusia darah dan daging, namun tidak terkontaminasi dosa Adam, untuk menjadi penebus salah manusia.

Untuk benar-benar mematikan maut yang diakibatkan dosa, maka cara untuk menyelesaikannya hanya dengan menghentikan dosa. Karena itulah manusia baru diberikan roh dan hati yang baru, yang taat berpegang kepada ketetapan Tuhan2 lewat pengalaman lahir baru 6.

Selain itu, Yesus juga tidak membiarkan kita sendirian, dikatakanNya kepada murid-murid : “adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu; tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu”. Penghibur atau Roh Kudus membawa kita dapat kembali berada dalam hadirat Allah, dan menuntun kita untuk mengerjakan pekerjaan yang mempermuliakan Allah.

Terhadap kematian jasmani, kita yang di dalam Yesus tidaklah perlu bersedih ataupun gentar, karena itu hanyalah jalan bagi kita untuk berjumpa dengan Tuhan yang adalah roh 7. Tubuh jasmani, baik dikubur maupun dikremasi, akan kembali menjadi debu. Namun manusia roh lah yang akan dikumpulkan kembali, dalam kondisi yang dipermuliakan, tidak kawin-mengawin dan bebas dari segala sakit-penyakit.

Demikianlah hukum diberikan agar kita menyadari kematian kita. Sebelumnya, kita tidak sadar bahwa tindakan kita yang meleset, menyebabkan kita hidup terpisah dari Allah dan hidup dalam ketiadaan pengharapan, dipenuhi ketakutan, depresi, tanpa tujuan, merasa tidak berharga, dsb.

Seperti hukum alam tidak dapat diubah, terlebih hukum Allah tidak dapat diubah sekali difirmankanNya8. Dia harus memastikan Firman-Nya tergenapi : “pastilah engkau mati pada hari engkau memakannya.” Berita baiknya, Allah dalam kesetiaan-Nya, Ia ijinkan kematian terjadi. Namun kematian paling menakutkan, yaitu hidup terpisah dari Allah selama-lamanya, ditebusNya melalui kematian manusia Allah, Yesus.

Selamat hari Paskah bagi kita semua!

Catatan

Tulisan ini merupakan parafrase saya dari khotbah Ps. Indri Gautama, 4 April 2015

1 Kej 2:17
2 Kej 3 :10
3 Kej 5:5
4 Imamat 17:11
5 Mazmur 51:13
6 Yehezkiel 36:25-27
7 1 Tesalonika 4:13-18
8 Mazmur 138:2 KJV : “… Allah telah meninggikan Firman-Nya atas segala sesuatu, bahkan termasuk atas nama-Nya sendiri.” Yesus pun mengemukakan hal serupa dalam Matius 5:17, Dia datang untuk menggenapi hukum Taurat dan kita para nabi, bukan untuk meniadakannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s